Selasa, 23 Oktober 2018

Kisah Banser Penjaga Negeri Yang Dimusuhi Ormas Radikal Seperti HTI

Ormas Radikal
Konflik Suriah
Bagaimana sebenarnya proses hancurnya Suriah?

Bermula dari kelompok ormas agama yang menggunakan nama Islam sebagai baju mereka. Kelompok-kelompok ini memakai aksesoris yang menunjukkan bahwa mereka adalah Islam, dan mereka mengambil narasi bahwa mereka adalah "umat Islam".

Ketika aparat pemerintah Suriah membubarkan mereka, kelompok ini langsung membangun persepsi bahwa "pemerintah Suriah anti Islam".

Dan ini berlangsung berulang-ulang sehingga akhirnya sebagian masyarakat Suriah percaya, bahwa ormas-ormas inilah wakil dari agama Islam di Suriah. Mereka bekerjasama dengan organisasi Islam Internasional yang dibuat jaringan mereka sendiri, supaya mendapat legitimisasi di mata masyarakat awam.

Dinas intelijen Amerika dan sekutunya paham situasi ini dan mendorong mereka supaya tambah besar dan berkuasa. Dana-dana digelontorkan juga senjata melalui perbatasan Turki untuk membangun kekuatan.

Dan ketika saatnya tiba, kelompok ormas ini kemudian melakukan pemberontakan bersenjata. Maka terjadilah perang saudara di Suriah selama tujuh tahun lamanya..

Model yang sama hendak dilakukan di negeri tercinta kita Indonesia..

Sejak lama gerakan mereka menyusup dan membangun narasi bahwa merekalah wakil dari umat Islam di Indonesia. Kata-kata "Kami umat Islam" diulang-ulang supaya menjadi kebenaran dan dipercaya. Dan sialnya, banyak yang percaya pada mereka karena pengulangan kata-kata itu.

Sayangnya, penggagas model Suriah di Indonesia ini tidak sadar bahwa Indonesia bukan Suriah. Di negeri ini ada ormas Islam besar penjaga Indonesia Nahdlatul Ulama, dengan sayap mudanya GP Ansor dan Banser. Mereka inilah yang menghadang kelompok radikal ini dalam setiap gerakannya.

Bayangkan, seandainya tidak ada yang menghalangi gerakan mereka, bagaimana nasib Indonesia ? Ketika Islam hanya diwakili oleh kelompok garis keras itu dan tidak ada counter dari kelompok Islam moderat seperti Nahdlatul Ulama, maka negeri ini bisa terpecah belah karena perang agama yang meluas dan tujuan sebenarnya adalah merebut kekayaan alam Indonesia.

Kita seharusnya berterima kasih kepada Ansor dan Banser karena sudah mau berpanas-panas menghalangi gerakan mereka di jalanan. Dan karena Ansor dan Banser NU itulah, non muslim di banyak wilayah masih menghormati agama Islam karena menganggap apa yang dilakukan kelompok garis keras itu tidak mewakili Islam.

Karena itulah Ansor dan Banser dimusuhi oleh ormas radikal seperti HTI dan terus dicari cara supaya mereka hancur. Situasi terakhir ketika terjadi pembakaran bendera HTI, mereka membangun persepsi kepada masyarakat awam bahwa yang dibakar adalah bendera tauhid dan mencoba membubarkan Banser NU yang jumlahnya jutaan anggota itu.

Sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia tidak membiarkan Banser dan Ansor berjalan sendirian. Kita juga punya tanggung jawab yang sama menjaga negeri ini dari kelompok radikal berbaju agama.

Karena jika kita abai kelak nasib kita akan seperti Suriah, hidup dengan bertempur karena musuh sudah terlalu besar dan berkuasa.

Kalau setuju, angkat secangkir kopinya..