Sabtu, 13 Oktober 2018

PRABOWO SUDAH TUA DAN CAPEK

Politik
Prabowo Subianto dan Amien Rais

"Prabowo gak serius jadi Presiden.."

Begitu twit Andi Arief Wasekjen Demokrat yang sempat terkenal karena umpatannya "Jenderal Kardus". Andi menyoroti Prabowo yang tidak mau turun ke daerah-daerah untuk memberi semangat pendukungnya. "Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, enggak ada rumus ajaib untuk menang.." katanya.

Andi mungkin kesal karena Prabowo hanya dirumahnya saja, tidak kemana-mana. Padahal waktu Pilpres tinggal sebentar lagi dan elektabilitas Prabowo masih jauh dibawah Jokowi.

Andi Arief tidak salah, hanya dia seharusnya juga realistis. Prabowo sudah berusia 66 tahun, jelas dia masuk masa tua dan sudah capek sebenarnya. Pada usia segitu, kegiatan keliling Indonesia benar-benar melelahkan. Apalagi negeri ini luas sekali.

Nafsu sih masih besar, tapi tenaga dah kurang.

Yang kedua, Andi Arief juga harus tahu, bahwa perjalanan keliling Indonesia itu butuh biaya mahal. Ini bukan hanya masalah transportasi dan akomodasi saja, tapi harus ada persiapan sebelumnya.

Belum lagi kalau ada panggung dan artis daerah, wah bisa setiap daerah yang dikunjungi keluar uang ratusan juta rupiah. Kalikan dengan ribuan daerah yang harus dikunjungi, angkanya bisa triliunan rupiah.

Jadi lebih mudah bagi Prabowo mainkan isu-isu dan bayar media dengan harapan isu itu viral. Seperti contoh kasus Ratna Sarumpaet, jika itu berhasil jadi isu, maka gak perlu kunjungan ke daerah saja sudah bisa menaikkan elektabilitas.

Memang Pilpres kali ini beda dengan Pilpres 2014 lalu. Dulu itu Prabowo dan Gerindra begitu all out karena harapan menang begitu besar. Lagian semangat dan fisiknya masih mendukung untuk keliling daerah-daerah. Uangnya juga masih kuat. Sekarang sudah agak lemah dan ogah-ogahan.

Tapi usia memang tidak bisa bohong. Fisik jauh menurun dan bergerak saja sudah malas-malasan. Jangan samakan dengan Jokowi, dia sedang on fire pada usia puncaknya. Ia sehari bisa ada di 3 tempat berbeda, menengok korban gempa di Palu, lanjut ke Bali ikut meeting IMF dan tiba-tiba sudah ada di Jakarta bersama Jan ethes.

Jokowi memang punya passion untuk kemana-mana dan dia anggap itu bagian dari hobbynya. Sedangkan Prabowo sudah merasa bahwa kegiatan keliling itu menjadi ritual yang membosankannya. Kebayang kalau Prabowo jadi Presiden, dia pasti lebih sering di istana negara daripada keliling ketemu rakyatnya

Lagian Andi Arief ngapain sih pake otokritik segala? Entar dipiting lagi baru rasa. Gak kapok apa??

Mending Andi Arief kritik Mardani Ali Sera. "Ani, kenapa sih kalau pidato tangannya suka melambai-lambai gitu? Itu pidato apa tari ular??"

Seruput dulu kopinya.