Kamis, 04 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet: Saya Pencipta Hoaks Terbaik

Hoax
Meme Ratna Sarumpaet

Saya sejak kecil sering mendengar nama Ratna Sarumpaet. Meski anak kecil saya dulu pembaca majalah Tempo terutama di bagian "pokok dan tokoh", karena itu saya sering mendengar berita-berita tentang dia. Ratna itu ratu panggung dan ia menggunakan panggung teater untuk menyuarakan apa yang ingin disuarakannya.

Karya Ratna yang terkenal buat saya adalah monolog "Marsinah Menggugat". Ini adalah monolog yang berisi protes Ratna terhadap penutupan kasus Marsinah, seorang buruh wanita yang protes terhadap kebijakan perusahaannya kemudian diculik dan ditemukan tewas. Kasus ini terkenal di tahun 90an.

Dari biografinya Ratna pernah mendirikan Teater Satu Merah Panggung. Dan ia pernah menjadi sutradara serial televisi Rumah Untuk Mama yang disiarkan TVRI. Dulu memang yang ada hanya stasiun televisi itu aja.

Jadi, ketika Ratna akhirnya mengaku bahwa ia berbohong sambil berkata, "Saya pencipta hoaks terbaik", saya seperti melihat panggung baru yang sedang diciptakan seorang Ratna muda yang sudah kehilangan masa jayanya.

Ratna membuat sebuah teater massa dengan judul "OPERASI PLASTIK" dan berharap mendapat tempik sorak dari penontonnya yang kebanyakan dari pendukung Prabowo, kubu politik yang diikutinya. Ia tahu bahwa orang-orang dibelakang Prabowo adalah bensin yang cepat terbakar, yang jika dikasi api sedikit, maka hanguslah seluruh rumah.

Dan Ratna berhasil. Dramanya ditangkap cepat oleh kelompok yang haus gorengan. Kelompok yang cemburu karena gempa Palu malah membangun panggung besar untuk lawan politiknya yang kebetulan petahana.

Hanya yang tidak disadari Ratna, apinya begitu cepat membakar sehingga muncullah orang nomor satu di kubu politik yang didukungnya, seorang Capres yang haus akan kuasa, yang lalu melakukan pembelaan pribadi kepadanya.

Api itu terlalu besar. Ratna tidak siap dengan kecepatan menjalarnya dan besaran api yang melahap. Ia tidak siap dengan skenarionya yang tidak sempurna. Ia sendiri sadar bahwa skenarionya banyak cacatnya, tapi ia sudah tidak kuasa.

Dan akhirnya api itu membakarnya. Para penonton yang tadi memberikan sorak sorai mendukungnya, bahkan ada yang berakting juga menangis untuknya, sekarang berbalik mencaci dan ingin mempolisikannya.

"Pembohong !" Teriak mereka marah. Ratna sekarang sendirian menghadapi panasnya api yang membakar dirinya. Tidak ada yang melindunginya. Semua cuci tangan. Ia dikorbankan.

Tetapi bagi Ratna Sarumpaet, itu adalah momen terbaik baginya. Sekian lama ia membangun cerita dalam panggung politik ini, tidak ada panggung yang sebaik ini baginya. Tepukannya sangat keras dengan sorak sorai membahana. Meski hanya dua hari saja, ia kembali menjadi ratu panggung seperti masa mudanya.

Ratna meski menangis didepan publik sebagai bagian dari akting terakhirnya, ia tersenyum dalam kedalaman hatinya. "Saya pencipta hoaks terbaik.." adalah ucapan diatas panggung saat ia menerima penghargaan piala citra sebagai sutradara, penulis skenario sampai aktris terbaik tahun ini.

Orang melihatnya sebagai post famous syndrome. Tetapi Ratna melihatnya sebagai saat terindah dalam bertahun-tahun kesendiriannya.

Ratna Sarumpaet akan tercatat dalam sejarah hitam perpolitikan kita sebagai penipu. Tetapi ia akan mencatat peristiwa itu dalam sejarah hidupnya sendiri sebagai "teatrikal terbaik dalam kehidupannya".

Seruput secangkir kopinya..