Senin, 22 Oktober 2018

SANDIAGA UNO DILABRAK PEDAGANG PASAR

Sandiaga Uno
Prabowo Cs

Kampanye bohong Sandiaga Uno mendadak mendapat perlawanan. Kali ini datang dari Komite Pedagang Pasar atau KPP. Mereka selaku kumpulan para pedagang pasar tidak mau dijadikan alat politik Sandiaga Uno.

Memang dalam setiap kampanyenya, Sandi cenderung memainkan emosi pendukungnya bahwa harga-harga di pasar terus naik. Ada "tempe setipis atm", "belanja 100rb cuman dapat bawang" sampai "makan di Indonesia lebih mahal dari Singapura".

Kebohongan yang tidak sesuai fakta lapangan ini terus diulang-ulang Sandi supaya menjadi kebenaran. Padahal, sewaktu harga telur hancur, para peternak berteriak, dia sama sekali tidak ngomong apa-apa. Tapi kalau naik, paling keras suaranya.

Resah selalu dijadikan alat politik bohong Sandiaga Uno, para pedagang pasar pun balik berteriak. Mereka khawatir, gara-gara bohongnya Sandi, malah konsumen memilih belanja ke supermarket karena harganya lebih stabil. Dan para pedagang pasar rugi besar..

Sandiaga Uno mungkin lupa atau terlanjur menstigma bahwa para pedagang pasar itu bodoh-bodoh dan tidak memiliki wawasan.

Era media sosial sekarang membuat banyak orang termasuk para pedagang pasar terdidik untuk tahu informasi sebenarnya. Meskipun mereka tidak pernah keluar dari dalam pasar, tetapi informasi yang mereka dapat bersifat nasional dari hape mereka.

Komite para pedagang pasar ini berjanji akan melawan kebohongan Sandiaga Uno dengan memberitahu teman-teman para pedagang pasar lainnya. Ada perlawanan massif yang mereka canangkan supaya orang tetap belanja ke pasar.

Naas memang Sandiaga Uno. Bicara tentang nelayan, diserang bu Susi. Bicara tentang kepala daerah tidak boleh jadi jurkam, disuruh ngaca sama Ridwan Kamil. Bingung mau ngomong apaan, akhirnya pakai petai di kepala..

Sandiaga Uno patut bingung. Hari-hari dia selama ini selalu ada di kantor berAC, di lobby hotel mewah, sehingga pas turun langsung ke warga bawah, dia gagap dan gugup. Dia tidak menguasai permasalahannya. Akhirnya sekedar cari simpati, ngomong tanpa data. Jadilah bumerang yang balik ke wajahnya..

Meski begitu, satu yang saya salut sama Sandiaga Uno. Entah kenapa, banyak dari fotonya di media, menunjukkan tonjolan yang aduhai, yang emak-emak pendukungnya pasti banyak yang suka. Itu salah satu kelebihannya..

Pertanyaan sambil seruput kopi, apa yang membuat Sandi selalu menonjol saat di depan kamera ?

Yang bisa jawab, dapat voucher menginap semalam di hotel bintang lima. Sekamar dengan Mustofa Nahra.