Senin, 22 Oktober 2018

UNTUK APA HARI SANTRI?

Hari Santri
Jokowi dan Santri

Ada yang menarik di negeri Iran..

Disana, seorang ulama atau orang yang sangat mengerti ilmu agama bukan saja hanya menjadi pengajar agama saja. Tetapi mereka juga adalah pengajar di bidang lainnya, seperti keuangan, ekonomi sampai strategi perang.

Jadi sudah biasa disana ketika seorang yang berada pada level Ayatollah atau level tertinggi ulama di Iran yang juga ahli ekonomi, masih belajar ke Ayatollah juga yang ahli statistik misalnya.

Ilmu adalah harta terbesar di Iran selain sumber daya alamnya. Iran adalah negeri relijius dengan pimpinan tertinggi adalah seorang ulama, tetapi juga menganut konsep demokrasi dan berbentuk Republik. Berbeda sekali dengan negara muslim di Timur Tengah lainnya yang biasanya berbentuk monarki atau kerajaan.

Model inilah yang ingin diterapkan Jokowi di Indonesia..

Kedekatan Jokowi dengan para santri atau pelajar agama, bukan hanya kedekatan menjelang situasi politik saja. 22 Oktober 2015, Jokowi lah Presiden yang menetapkan hari santri sebagai hari nasional. Hari santri ditetapkan Jokowi sebagai penghargaan kepada para santri yang dulu berjuang mempertahankan negara ini.

Tetapi lebih dari itu, Jokowi juga punya mimpi ingin menaikkan level santri ke kancah nasional bahkan internasional. Santri di pesantren bukan hanya belajar agama dan menjadi pemuka agama saja. Mereka juga diharapkan menguasai life skill dan ahli dibidang non agama seperti sains.

Ada lebih dari 4 juta santri di Indonesia menurut Kementrian Agama, dan 10 persennya menjadi kader ulama dan guru agama. Sisanya yang terbesar dikembangkan ke arah wirausaha profesional dan profesi lainnya.

Sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, Indonesia sejatinya adalah negeri relijius yang berdemokrasi mirip dengan negara Iran. Hanya dalam pengembangan teknologi, Iran jauh lebih maju karena mereka sudah lebih dulu menggabungkan agama dan sains dalam pelajaran-pelajaran di sekolah agamanya, sehingga santri tidak lagi identik dengan profesi sebagai pengajar agama saja.

Meskipun hari santri baru ditetapkan 3 tahun lalu, tetapi kita bisa melihat kemana arah pengembangannya. Pesantren-pesantren nanti akan berkawan dengan teknologi dan keilmuan lainnya sehingga mereka tidak gamang ketika berurusan dengan ilmu selain agama. Ada pesantren khusus IT, ada pesantren khusus desain, pesantren khusus ilmu fisika dan banyak lagi.

Masuk ke pesantren pun satu saat akan berbeda...

Ketika masuk lingkungan pesantren nanti, kita akan disuguhi dengan visual masa depan. Pesantren tidak ubahnya pendidikan dasar keilmuan berbasis sains sebelum memasuki bidang profesi yang lebih spesifik.

Indonesia akan memasuki era dimana "teknologi" berkembang sebagai penjawab kebutuhan zaman dan "agama" sebagai kontrol terhadap keilmuan supaya tidak disalahgunakan menjadi musuh kemanusiaan. Inilah yang disebut sebagai titik keseimbangan..

Karena itu penetapan hari santri di tahun 2015 lalu adalah tonggak penting untuk menuju Indonesia masa depan. Demokratis sekaligus relijius tersaji dalam satu nampan besar..

Kepada para santri yang sedang belajar, selamat hari santri. Kelak negeri ini akan bergantung banyak pada kalian..

Seruput dulu kopinya..