Jumat, 30 November 2018

BU RISMA, KAMI BENCI IBU

Surabaya
Bu Risma
Jujur kami benci sekali dengan bu Risma, Walikota Surabaya..

Setiap kali muncul gambar taman yang indah, rasanya sesak di dada
Setiap kali muncul gambar lampu warna-warni yang menghiasi malam di kota Surabaya, kepala kami terasa pecah.
Apalagi sekarang sedang mekar-mekarnya bunga Tabebuia..

Kenapa bu Risma begitu kejam kepada kami, warga Jakarta ?

Kenapa ibu tidak kembalikan saja becak di Surabaya biar skor kita sama ?
Kenapa ibu tidak taruh karung pasir untuk mencegah banjir supaya kami bisa ikut tertawa ?
Atau tanam saja eceng gondok di kolam-kolam taman Surabaya supaya kami di Jakarta bangga, karena eceng gondok di kota kami jauh lebih banyak dan merata ?

Bertarunglah yang sehat, bu..
Jangan curang supaya menang sendirian
Apalagi Surabaya ada di posisi pertama di Guangzhou Award sebagai kota terindah..

Sesak bu, kami sesakkk...

Tolonglah bu..
Berantakin pasar-pasar di Surabaya biar mirip pasar Tanah Abang..
Peliharalah preman-preman supaya hati kami tenang..
Kalau perlu ibu beri izin Tugu Pahlawan untuk reuni 212 supaya bisa kami kalahkan dengan jumlah yang di Monas..

Kenapa Surabaya harus selalu tenang ?
Ketawanya arek Suroboyo setiap kali Gubernur Indonesia punya ide menata kota itu menyakitkan, bu..
Ketawa kok mengejek gitu..
Mbok ya, kita saling mentertawai gitu.
Kan imbang..

Istirahatlah, bu...
Sudahilah semua kerja-kerja ibu..
Semakin Surabaya cantik, kami semakin merasa rendah..
Lah, Jakarta itu ibukota buuu.. tolong dong sedikit hormati.
Jangan selalu ditampar kanan kiri..

Semoga surat kami ini sampai kepada ibu Risma
Kapan-kapan kalau ibu ke Jakarta kami ajak ibu jalan-jalan keliling kota..

Tapi dengan satu syarat ya, bu..

Pleaseee.. Jangan ketawa. Jangan ketawaa, buu
😭😭😭

Dari kami
Warga JKT42
Yang menderita
Karena masih lama..