Sabtu, 03 November 2018

KEPADA BAPAK PRABOWO YANG BERTAMPANG KAYA..

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
Untuk bapak Calon Presiden yang terhormat
Prabowo Subianto
Di istananya..

Ijinkanlah saya membuat surat terbuka, sebagai bagian dari pembelaan kepada saudaraku orang Boyolali yang merasa terhina..

Saya memang bukan orang Boyolali, saya besar di Surabaya. Tetapi bagi saya besar dimanapun, kami tetap satu Indonesia. Baik yang dikota maupun yang di desa. Baik itu yang miskin atau kaya..

Mendengar pidato bapak, "Tampang kalian bukan tampang orang kaya.." kepada warga Boyolali, saya jadi heran, "Seperti apakah tampang orang kaya ? Apakah berbeda dengan tampang orang yang susah ? Ataukah ada tanda di jidat yang menunjukkan banyaknya harta ?".

Saya pernah berkunjung ke keluarga terkaya di negeri ini, pemilik merk rokok terkenal di Indonesia, tidak ada sama sekali perbedaan tampang saya dengan mereka. Bahkan dari segi berpakaian, saya malah tampak lebih sukses dari mereka. Mereka begitu sangat sederhana. Lalu manakah yang bertampang lebih kaya diantara kami semua ??

Pak Prabowo mengukur kekayaan dari segi harta. Tidakkah bapak tahu, bahwa banyak orang yang mengukur kekayaan dari segi ketenangan jiwa ?

Pernahkah bapak makan dengan nasi putih panas, ikan teri sambal goreng pedas dan sayur lodeh di tengah hamparan sawah yang hening dan suara riuh burung mencari mangsa ? Lebih kaya mana situasi itu dari sekedar keluar masuk hotel mewah yang berdinding tebal, angkuh dengan satu harga secangkir kopinya bikin hati menjerit karena masuk akal pun tidak ?

Bapak memang sering keluar masuk hotel bintang lima dan disambut bak raja-raja..

Tapi lebih mewah mana ketika pulang dari kerja dengan badan penat sehabis nggojek di aspal panas, di rumah disambut istri yang tersenyum senang karena suami membawa rejeki untuk belanja dengan anak-anak yang bermain riang dan suara mereka yang membuat selalu rindu pulang ?

Lebih kaya mana mereka dengan bapak yang bergelimang uang ?

Kalau nilai kekayaan adalah dari seringnya masuk hotel berbintang lima, sungguh betapa miskinnya bapak. Betapa pandangan bapak tidak luas dan melihat kekayaan dari perspektif berbeda, hanya dari satu sisi harta saja.

Banyak orang yang membeli kemewahan supaya menjadi seperti yang bapak sebutkan, tetapi dengan hutang. Apakah itu yang bapak inginkan ? Supaya warga Boyolali, warga Surabaya dan warga daerah lainnya harus berhutang besar hanya untuk merasakan kemewahan versi bapak Prabowo ?

Ataukah kekayaan itu sejatinya ketika kita tidak mempunyai hutang kepada siapapun dan hidup cukup tanpa rasa ketakutan ditagih setiap bulan ?

Sejujurnya, bapaklah yang lebih miskin dari banyak warga yang bapak sebut tak ada tampang kaya. Bapak terpenjara angan-angan untuk berkuasa, sedangkan mereka yang kaya adalah mereka yang berjiwa merdeka, sedikit keinginan dan menikmati hidup lebih bersahaja.

Jadi bijaksanalah, bapak calon Presiden yang terhormat. Hidup ini urusannya bukan hanya masalah harta, banyak hal lain yang menjadi kenikmatan di desa dan tidak bisa didapatkan mereka yang tinggal di kota besar.

Karena itu jangan bicara kekayaan hanya dari kacamata bapak, pakailah kacamata orang lain juga, sehingga tidak mudah men "Tampang-tampang" kan orang lain ketika ukurannya tidak sama.

Saya rasa cukup segitu saja surat saya. Kebetulan saya sedang membaca berita sekian bulan lalu dimana ada demo karyawan di perusahaan besar karena tidak membayar gaji dan THR perusahaannya selama 4 tahun.

Semoga pemiliknya tidak sibuk keluar masuk hotel mewah sedangkan karyawannya harus bertahan hidup dengan rasa lapar dan janji-janji surga..

Salam dari saya,
Warga Surabaya yang kaya dan bahagia..
dan suka seruput kopi