Senin, 12 November 2018

Klaim FPI Bahwa Ormas Islam Sepakat Bendera Tauhid, Itu Hoaks

Bendera Tauhid
PBNU
Pak Wiranto Menkopolhukam
Yang terhormat

Sejak awal saya sudah pesimis dengan gerakan bapak menggelar "Dialog Kebangsaan"..

Bukan dialognya yang bermasalah, tetapi ketika bapak mengumpulkan dua organisasi Islam besar, yaitu NU dan Muhammadiyah, bersama ormas seperti FPI dan PA 212.

Apa yang bapak lakukan malah memberi panggung kepada ormas yang sedang cari perhatian ini.

Dan benar saja, selesai pertemuan, FPI dan PA 212 langsung membangun persepsi bahwa "bendera HTI" bukan "bendera tauhid". Mereka berbicara di depan media bahwa bendera HTI ada tulisan Hizbut Thahrir Indonesia, sedangkan bendera tauhid tidak.

"Jadi yang dilarang adalah bendera HTI, bukan bendera tauhid", begitu kata mereka disambut sorak sorai pendukungnya.

Tolong dicatat bapak Wiranto, pernahkah HTI mengibarkan bendera hitam yang ada tulisan Hizbut Thahrir nya ? Tidak pernah kan ? Yang selalu mereka kibarkan adalah bendera hitam tanpa tulisan nama partainya.

Dan bendera hitam yang disebut FPI dan PA 212 itu sebagai "bendera yang tidak dilarang berdasar kesepakatan bersama", itu juga yang dikibarkan organisasi teroris AlQaeda, Boko Haram, ISIS dan Taliban. Arab Saudi saja melarang bendera itu, lalu kenapa Indonesia membolehkannya ?

Akhirnya baru saya tahu, bahwa FPI dan PA 212 melakukan pelintiran informasi melalui media. Dan NU jugalah yang bersuara bahwa itu hanya klaim sepihak. NU merasa tidak ada kesepakatan bersama bahwa bendera hitam itu adalah bendera tauhid. Tidak pernah.

Apa pelajaran yang kita dapat dari sini, bapak Menkopolhukam ?

Bahwa kita boleh saja berfikir baik kepada semua pihak. Memelihara serigala mempunyai resiko kita akan diterkam ketika lengah, karena pada dasarnya habitat mereka adalah alam liar. Jadi menempatkan serigala dengan manusia dalam satu rumah, bukanlah hal yang bijak.

Jelas ketika bapak Wiranto menempatkan FPI dan 212 dalam satu level dengan NU dan Muhammadiyah, itu kesalahan besar. Itu akan membesarkan kelompok kecil dan rese itu, dan mengecilkan peran besar NU dan Muhammadiyah dalam bernegara. Dan lihat saja, bagaimana ormas-ormas baru lahir itu mencuri panggung dengan menerkam bagian belakang pemerintah ketika lengah.

Saya kebayang jika FPI dan PA 212 diberi panggung dalam kehidupan bernegara kita. Apa yang terjadi dalam demokrasi ini ? Mereka terbiasa memaksakan kehendak dengan menggerakkan massa, melakukan persekusi hanya karena tidak suka dan cenderung anarkhi ketika sedang berada di jalan raya.

Lihat, dalam hal kecil saja masalah bendera HTI, mereka sudah melakukan klaim sepihak. Apa lagi ketika mereka dilibatkan dalam hal besar. Wah, bisa besar kepala..

Pak Wiranto ingat ketika ISIS pertama kali muncul di Suriah, FPI bilang bahwa ISIS adalah saudara sesama muslim kita ? Bahkan video Munarman berbaiat kepada ISIS pada waktu itu beredar kemana-mana. Model seperti inikah yang ingin diberi ruang lebih luas ?

Jangan sampai menyesal ketika Alqaeda dan ISIS menyusup melalui ormas-ormas seperti ini sebagai mesin perangnya di Indonesia. Dan memberi mereka panggung bersama NU dan Muhammadiyah yang sudah terbukti membela negara, jelas itu kekacauan logika.

Pak Wiranto, kita memang mencari solusi supaya semua pihak bisa tenang. Tetapi jangan sampai situasi ini dianggap bagian dari kompromi terhadap radikalisme dan intoleransi di negeri ini. Seharusnya bapak sangat mengerti, kelompok radikal ini ketika kita lemah, mereka akan semakin menggencarkan kekuatannya untuk menekan kita.

Kita boleh bijak, tetapi yang terpenting kita juga harus cerdas. Sudah berapa kali mereka terbukti "menggigit" ketika diberi kesempatan. Mudah-mudahan kita cepat sadar, sebelum mereka nanti menerkam..

Sebagai usul, bapak Wiranto yang terhormat, nanti kalau ada model dialog kebangsaan lagi yang melibatkan ormas Islam, biarlah itu wilayah NU dan Muhammadiyah saja. Jangan undang mereka, ribet. Kecilkan perannya, anggap tidak ada.

Saya rasa cukup sekian dulu surat saya, karena secangkir kopi sudah menggoda untuk diseruput sebelum hilang panasnya..