Jumat, 09 November 2018

KONSER GUNS N ROSES

Konser Musil
Konser Guns N Roses
Segerombolan orang menyapaku...

"Katanya gak mau nonton, bang. Yang nonton tua-tua.." Dan kami pun ketawa bersama. Saling mengejek dan bercanda.

Konser Guns N Roses di GBK penuh orang. Kebetulan saya dapat tempat di Rock Zone, depan panggung, jadi bisa langsung liat wajah Axl Rose, Slash dan Duff Mc Kagan. Seperti sudah pernah saya tulis, suara Axl dah gak ada. Nafasnya kedodoran. Untungnya lengkingan gitar Slash gak ada matinya. Hampir sempurna. Slash di panggung dan di rekaman memang gada bedanya..

Saya lihat di sekitar banyak emak-emak. Generasi X yang badannya sudah melebar. Banyak juga yang sudah berjilbab. Rata-rata mereka hanya hapal satu dua lagu. Bahkan ada yang teriak di samping, "Gua cuman hapal satu lagu, itu juga intronya doang.." Ah, itu pasti Sweet Child of Mine. Lagu standar..

Dan saya hapal hampir semua lagu. Mulai estranged, rocket queen, civil war, jadi bisa ikut bernyanyi. Bapak-bapak yang jenggotnya dah pada ubanan dengan "tas pinggang" di perut juga gak kalah banyak. Mereka sudah tidak bisa lagi headbang, moshing, bahkan untuk sekedar jingkrak-jingkrak di tempat. Kebanyakan hanya goyang tipis-tipis. Terus duduk, gak kuat nahan besarnya perut..

Secara keseluruhan, konser Guns N Roses biasa saja. Tidak ada kejutan apapun. Panggungnya sederhana, gada kembang apinya. Paket hemat kayanya. Padahal tiketnya gak hemat. Saya aja untung dikasi gratis, males harus bayar sejuta untuk berdiri dua jam..

Tapi penonton penuh. Mereka ingin sekedar nostalgia aja. Karena lagu Guns N Roses yang menemani masa muda mereka. Saat semua masalah tidak dipikirkan. Sekarang debt collector yang banyak datang..

Sebelum lagu habis saya pulang. Bukan karena tidak suka nonton sampai selesai. Tapi karena betis dan pinggang dah gak kuat. Pegal dimana-mana. Tadi mau bawa balsem kan malu. Masak bajunya metal bawanya Geliga ??

Di rumah mulai cari Parcok Param Kocok. Kubalur di sekitar. Ah, enaknya.. Usia gak biaa menipu memang. Dan ternyata dari keriuhan tadi, tempat yang ternikmat tetap tempat yang tenang. Sambil seruput kopi dan menulis tentang konser tadi...

Seruputt.