Selasa, 06 November 2018

MENANG PILPRES DENGAN POLITIK BOHONG

Pemilu
Pemilu Brazil
Pilpres Brazil baru saja selesai..

Jair Bolsonaro dari ekstrim kanan terpilih menjadi Presiden. Dan ini disambut muram banyaknya warga Brazil.

Kenapa?

Karena Jair ekstrim dalam menyampaikan kampanyenya. Ia sering menuding lawan politiknya sebagai komunis. Ia juga ingin mengembalikan kekuasan militer. Dan ingin mempersenjatai warga untuk memerangi kriminal di negaranya.

Jair Bolsonaro sering dibilang sebagai Donal Trump versi Brazil. Statemennya cenderung mengkapitalisasi emosional pendukungnya daripada bicara data dan program. Pendukungnya senang diberi mimpi dan Jair tahu bagaimana cara memanjakan mereka.

Mirip dengan Indonesia, model "politik bohong" ini juga dimainkan kubu oposisi dalam kampanyenya. Mulai dari "kebijakan stop semua impor" sampai "mahalnya harga bahan pokok di pasar" dimainkan demi mendongkrak elektabilitas. Selain itu politik agama juga dimainkan. Tidak ada program ataupun data yang diberikan, condong pada permainan emosional belaka.

Apakah Indonesia akan bernasib seperti Amerika dan Brazil, dimana kemenangan diraih karena faktor emosional yang menghilangkan rasionalitas para pemilih ?

Besok jam 3 sore di acara Seruput Kopi di page ini kita akan berbicara bagaimana Jair Bolsonaros memenangkan pilpresnya.

Kita bedah apa yang terjadi di Brazil dan bagaimana kemiripannya dengan di Indonesia bersama Rizal Malarangeng dan Roby Muhammad, para akademisi dan peneliti politik luar negeri juga media sosial.

Dari sini kita bisa tahu bagaimana cara menghadapi model politik bohong seperti ini dalam pilpres kali ini. Sambil seruput kopi tentunya..

Biarkan pakarnya yang bicara..