Senin, 12 November 2018

NONTON FILM HANUM DAN RANGGA

Film
Ilustrasi Gambar by Mojok
Aku akhirnya melangkahkan kaki menuju bioskop 21 ditengah kota Jakarta..

Ada teman yang bilang bahwa film Hanum dan Rangga yang sedang main itu bagus banget ceritanya. "Kalau lu senang film Bohemian Rhapsody, lu pasti senang film Hanum dan Rangga.." kata temanku. "Wah, dimana kesamaannya ??" Tanyaku heran. "Sama-sama bercerita tentang karir dan keluarga.."

Dan akhirnya sampai juga di depan tempat pembelian tiket, sama sekali tidak ada antrian di tempat pembelian tiket untuk film Hanum dan Rangga. "Kereenn.." pikirku. "Begitu tertib dan efisiennya penonton Hanum dan Rangga, sehingga mereka tidak perlu antri berlama-lama hanya untuk membeli tiket saja.

Tetapi beda dengan tempat penjualan tiket sebelahku, kalau tidak salah disana diputar film tentang Ahok. Antriannya, makk.. kayak antri bus kota. Wih, untung aku tidak antri disana. Penonton film Ahok memang tidak beradab, nonton aja mesti antri segitu rupa. Ihhh..

Dari judul film itu aku baru tahu nama aslinya Ahok ternyata Aman. Dia dipanggil Ahok. Makanya judul filmnya Aman called Ahok.

Begitu juga ketika pengumuman masuk studio didengarkan. Penonton film Ahok berebutan masuk studio, sedangkan aku melenggang sendirian. Berasa diistimewakan..

Didalam ternyata ada sekitar 5 atau 6 orang penonton berpasangan. "Wuihh ciamik.." pikirku lagi. Aku baru tahu bahwa aku penonton ke 7 yang datang. Luas dan lega banget. Aku tersenyum senang seperti waktu naik kereta yang gerbongnya kosong, bisa berpindah-pindah tempat duduk. Kadang di A6, kadang di B9 dan kadang maju paling depan dekat layar.

Aku membayangkan studio sebelah yang mutar film Ahok pasti penuh sesak. "Beda ternyata, penonton kelas bisnis sama kelas ekonomi.." pikirku. Kelas bisnis ya begini ini, sepi dan lega.

Sepanjang film diputar, sekali kali aku lihat para penonton yang hanya ada beberapa di belakang. "Wah kepala mereka hilang.." pikirku. Pasti mereka nonton sambil tidur-tiduran. "Kelas bisniss.." pikirku senang.

Untuk filmnya sendiri aku tidak begitu memperhatikan, karena sibuk pindah-pindah tempat duduk. Yang aku tahu bintang filmnya berjilbab, itu saja.

Sialnya, waktu aku pindah tempat duduk di dekat sepasang penonton, kulihat mereka berdua sedang melakukan yoga. "Mas, jauh-jauh dong, tempat duduk kan banyak.." kata yang wanita sambil merengut kesal karena merasa diganggu. Pakaiannya acak-acakan. Dimulutnya ada segumpal rambut. "Ihhh untung aku gak beli popcorn, ada rambutnya gitu.." pikirku lega.

Akhirnya film selesai. Aku juga gak tahu kapan mulainya tiba-tiba selesai begitu aja..

Dan dengan senang aku melangkah keluar. Pasti akan kuceritakan pada temanku supaya nonton film ini. "Recommended..." Begitu aku telpon temanku waktu dia nanya, gimana filmnya ?

"Filmnya cerita tentang perselingkuhan. Dulu Rangga pacaran lama sama Cinta, tapi menikahnya dengan Hanum. Salahnya Cinta sih, gak mau disuruh pake jilbab sama Rangga.." ceritaku semangat.

Akhirnya kucari warung kopi. Tempat dimana aku harus menulis pengalaman menontonku kali ini. Tapi sebelumnya aku pesan menu dulu..

"Mas, pesan Cappucino satu yang hot.." pintaku. "Juga pesan popcornnya yang medium, tapi ingat, jangan pake rambut yaa.."

Malam ini senang sekali..