Kamis, 29 November 2018

SURAT CINTA UNTUK BAHAR BIN SMITH

Hina Jokowi
Bahar Smith ditolak di Manado
Apa salah Jokowi padamu, wahai Bahar bin Smith ??

Sampai dengan teganya mulutmu memakinya banci.
Di tengah ceramahmu dengan nada penuh benci.
Seolah dia telah menzalimimu sampai kau tak bisa berdiri.

Dia Islam. Engkau Islam.
Apakah yang kurang dari agamanya sehingga mulutmu begitu berapi ?
Dia shalat. Dia puasa.
Apakah shalat dan puasamu lebih kuat darinya sehingga layak kau maki ?

Tidakkah engkau malu pada datukmu, wahai Bahar bin Smith ?

Yang dikenal berperangai lembut sehingga orang datang padanya. Berbondong-bondong mengikuti ajaran yang dibawanya karena ahlaknya. Disaat kebodohan dan kekerasan merajalela di zamannya, beliau datang dengan perilaku yang jauh berbeda.

Apakah gelar Habib terlalu berat bagimu, Bahar ?
Dirimu tidak kuat menyandang gelar
Lemah karena puja puji dari umat yang menempatkan keluarga Nabi pada posisi yang dihormati
Sehingga engkau merasa patut berbangga diri.
Menempatkan dirimu berada di kasta yang lebih tinggi.

Apakah tidak ada rasa bersyukur pada dirimu, wahai Bahar ?

Engkau bebas ceramah dimana-mana.
Tidak ada aparat dan intelijen yang mengawasimu dengan beringas.
Siap dengan popor senjata untuk membungkam mulutmu yang ganas.

Sekarang engkau katakan Jokowi banci. Tetapi jika Jokowi menghajarmu seperti masa orde baru, lidahmu berbalik berkata bahwa ia diktator yang keji. Apa maumu sebenarnya, wahai pegangan panci ?

Dan ketika saatnya ceramahmu harus diakhiri
Dan engkau terpaksa harus menghadapi dinginnya terali besi
Engkau pasti dengan cengeng akan berteriak, "Kriminalisasi !!"
Dan kerahkan massa untuk melindungi diri

Siapakah kira-kira yang banci, Bahar ? Dirimu atau Jokowi ?

Kurasa cukup surat terbukaku ini, Bahar..
Meski masih banyak yang ingin kukatakan
Tapi kuredam emosi ini sampai terpendam
Bukan karena Jokowi. Bukan.
Tetapi karena perangaimu adalah fitnah bagi junjunganku yang membawa ajaran rahmat bagi semesta alam..

Sekian dan salam secangkir kopi..

Nb :

Melihat dirimu, Bahar.. Aku kok jadi teringat film masa kecilku. Megaloman. Rambutnya juga panjang dan pirang. Tapi rambut dia bisa berapi lho.. Kamu bisa, gak ? Cuman nanya.

Megalonnnn... Fire !!