Sabtu, 15 Desember 2018

DIMARAHI PENYAYANG ANJING TANPA SAYUR KOL

Hewan
Anjing
Saya baru ngeh kalau seharian ternyata saya dicari dan dimaki para penyayang anjing..

Itu akibat tulisan saya yang berjudul "Makan daging anjing dengan sayur kol" yang diambil dari syair lagu lama yang dipopulerkan kembali oleh grup band PunxGoaran yang sedang hits itu. PunxGoaran adalah grup band asal dari Pematang Siantar Sumatera Utara.

Saya dianggap mempopulerkan "makan daging anjing", dan karena anjing bukan binatang yang dimakan -kata para penyayang anjing- maka apa yang saya tulis sangat menyinggung mereka. Lalu saya harus membuat klarifikasi dimana-mana.

Saya bingung, kenapa saya harus klarifikasi?

Pertama, lagu itu sudah hits lama di tanah batak sebelum dipopulerkan kembali oleh PunxGoaran. Dan di sebagian kalangan orang batak Toba, makan daging anjing adalah hal yang biasa malah sudah menjadi budaya, jauh sebelum para pecinta anjing lahir. Sebelum agama samawi datang ke Indonesia, orang batak percaya bahwa di daging anjing ada tondi atau tenaga yang membuat orang bisa berlari cepat.

Saya sendiri -meski orang Batak- bukan pemakan daging anjing, malah cenderung jijik melihat daging anjing yang dimasak walaupun dalam bentuk foto. Tapi saya juga menghormati adat istiadat yang ada dan tidak baperan ketika dihadapan saya ada orang makan daging anjing misalnya.

Sama seperti ketika teman saya dari Bali makan lawar atau campuran daging babi dengan darahnya. Masak saya harus bilang ke mereka, "Hei jangan makan lawar, saya jijik melihatnya.." kan ngga. Karena buat mereka itu makanan enak.

Lalu apa yang salah dengan orang batak makan daging anjing? Apakah hanya karena sebagian orang mencintai anjing lalu melarang sebagian orang lain memakan daging anjing? Apakah karena saya sebagai muslim tidak makan daging babi lalu melarang orang lain untuk makan daging babi?

Apalagi ada yang mengait-ngaitkan karena saya pro Jokowi, tulisan saya yang berjudul "makan daging anjing dengan sayur kol" itu akan berimbas pada mereka pecinta anjing untuk tidak memilih Jokowi. Lha, ini apa lagi hubungannya?? Kok jadi ke politik??

Pro kontra masalah daging anjing silahkan. Sama seperti pro kontra masalah bubur diaduk dan tidak diaduk. Atau Indomie dan Sarimie. Tapi bukan berarti memaksa orang harus setuju dengan apa yang diyakini orang lain, apalagi itu tradisi mereka.

Silahkan datang ke tanah batak sana dimana mereka punya tradisi makan daging anjing, dan larang mereka tepat di hidung mereka. Paling dikejar pake parang..

Lagian itu hanya tulisan, diambil dari syair lagu yang sudah lama banget, jangan jadi baper lah. Kecuali kalau saya berfoto sedang menyiksa anjing, baru laporkan.

Ini klarifikasi saya yang sebenarnya tidak penting juga harus klarifikasi. Saya menulis karena pengen menulis, bukan untuk menyenangkan yang baca.

Sekian dulu ya,
Dari peminum kopi dengan gula.
Yang tidak pake gula, gak usah protes.