Jumat, 21 Desember 2018

KISAH HOROR SI RIZAL

Satire
Satire
Mau dengar cerita horor malam-malam gini?

Alkisah ada seorang, sebut saja namanya Rizal.

Rizal ini peliharaan seorang Pangeran masa lalu yang bernama "You Know Who". Pangeran butuh Rizal-Rizal seperti ini sebagai pasukan terdepannya untuk mengamankan hartanya yang naudzubillah banyaknya dan membersihkan nama keluarganya.

Si Rizal, dikasi duit banyak untuk bangun sekolah agama. Rizal harus bergelar Habib, pintar bahasa arab dan dilatih menjadi orator atau penceramah. Si Rizal ini sebenarnya pasukan lapis kedua, karena lapis pertama, si Rudal, udah kabur ke negeri onta.

Maka dibangunlah kampanye dan tempat2 ceramah supaya si Rizal ini ngetop. Lama-lama orang menggelari dia "ulama".

Si Rizal ini sebenarnya preman dan pelaku kriminal. Ia dikader melalui satu lembaga bernama FBI. Dan dari rekam jejaknya, dia pernah ditangkap karena merusak kafe dan menganiaya penganut ahmadiyah. Dia pernah masuk penjara, tapi dibebaskan oleh si Rudal dengan jaringan koneksi dan uang dari si Pangeran tentunya.

Kerjaan si Rizal ini makin keras terutama ketika si Rudal kabur kena kasus chat dengan Miyabi. Rizal harus sering memaki-maki Jokowi dalam ceramah, supaya orang antipati, apalagi saat Jokowi sedang giat2nya mengejar harta si Pangeran lewat yayasan dan kerjasama dengan Swiss.

Kenapa Rizal terus memaki ? Supaya dia ditangkap dan menggelorakan perlawanan dengan seruan "Kriminalisasi ulama". Ini yang merepotkan sebenarnya, karena bisa menjadi pintu masuk untuk demo besar2an seperti Pilgub DKI dan mengacaukan Pilpres nanti.

Tapi kubu Jokowi tidak kurang akal. Di ring 1 Rizal, sejak lama ditanam "orang-orang" supaya menjadi teman dekat Rizal. Mereka-mereka inilah yang memberikan informasi terus menerus untuk memetakan kelemahan si Rizal.

Dapet juga akhirnya. Kelemahan Rizal adalah emosian dan terpancing ketika ada remaja yang mengaku-aku sebagai dirinya dan keluarga.

Kedua remaja ini diculik paksa dari rumahnya dan dihajar habis2an oleh Rizal untuk memuaskan napsu "pak si pak pak preman preman"nya. Dan adegan ini diambil lewat kamera video oleh teman2 dekat Rizal dengan bangga dan ketawa2.

Sesudah itu, seperti bisa si teman2 dekat ini membagikan video itu diantara kalangan mereka sendiri, dimana salah satu atau duanya sebenarnya adalah "intel". Dan video itulah yang disebar ke media sosial oleh "orang dalam".

Kena deh. Rizal gak berkutik kena pasal penganiayaan, penculikan dan pasal lainnya. Mirip dengan kasus seniornya si Rudal, hanya ini bukan kasus seks. Rizal sempat mau lari ke tempat seniornya kabur dan berganti nama menjadi "Johnny Sins", tapi keburu ketangkap duluan.

Nah, sekarang pendukung hardcore Rizal sedang membangun narasi supaya Rizal terlihat tidak salah. Dibuatlah video2 dan poto dan disebarkan kemana2. Apa tujuannya ? Untuk menekan kepolisian dan membangun simpati di masyarakat.

Satu lagi yang sedang dirancang pendukung Rizal lewat duit si Pangeran adalah menekan keluarga korban supaya takut dan tidak mau bersaksi. Untung saja keluarga korban sudah diamankan duluan.

Dari kisah horor ini, ada satu pesan moral yang ingin disampaikan. Yaitu, kalau ingin nyamar jadi Johnny Sins jangan berambut panjang apalagi pirang. Johny Sins kan botak. Pantas cepat ketahuan..

Ah sudah malam. Sedang belajar seruput kopi dengan cara terbalik tapi susah. Kopinya masuk hidung jadinya..