Senin, 24 Desember 2018

RACHEL MARYAM JADI ARTIS AJA LAGI, MBAK

Freeport
Cuitan Rachel Maryam
Saya mau ketawa baca logika Rachel Maryam, anggota DPR RI ini..

Dia menganalogikan rumah kontrakan untuk kasus Freeport. Padahal masalah Freeport jauh lebih kompleks dari itu. Rumah kontrakan tidak butuh teknologi, sumber daya manusia, dan manajemen yang rumit.

Seandainya Rachel menganalogikan, bahwa kita punya tanah dan diatasnya dibangun Indomaret, masih okelah..

Ketika kita mengusir Indomaret, Indomaret akan pindah dengan membawa semua teknologi dan jaringan rantai penyediaan barangnya. Tanah kosong, mau dibuat bisnis apa ? Wong kita gak paham bisnis retail. Mau bikin bisnis retail sendiri ? Ancorr mina..

Okelah, kita akhirnya minta Alfamart untuk mengisi tanah dan bangunan yang sudah berdiri diatasnya. Butuh waktu berapa lama untuk setup, ujicoba, sampai membangun pemasarannya kembali ?

Dalam kasus Freeport dengan segala teknologi rumitnya, butuh waktu sekitar 3-6 tahun. Itu juga belum tentu kita menang dalam negosiasi dengan Alfamart, karena kita toh tetap tidak paham bisnis retail.

Nah, kalau nganggur 3-6 tahun, itu 7 ribu pekerja mau diapain ? Dipecatin? Wah bisa bergolak Papua dan tuntutan merdeka makin kencang. Akhirnya kita harus mobilisasi tentara lagi kesana, butuh uang trilyunan, belum lagi dunia internasional akan teriak2 HAM..

Masak gini aja anggota DPR RI gak paham? Lah trus jadi anggota DPR selama 4 tahun ngapain aja? Datang, duduk, diam dan duit??

Mending lebih baik jadi artis lagi aja, cuman akting dan gak perlu mikir yang berat-berat. Biar gak cepat tua, Chel..

Ngupi ah..