Selasa, 29 Januari 2019

Giliran Jan Ethes Diserang Kubu Sebelah

Jan Ethes
Twit Hidayat Nur Wahid
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari tak setuju bahwa kebersamaan Presiden Joko Widodo dengan cucu pertamanya Jan Ethes dianggap sebagai legitimasi pelibatan anak-anak dalam kampanye. Menurutnya, sekalipun dengan Ethes, Jokowi hanya membawanya pada saat event-event non kampanye.

"Saya tidak setuju. Itu Jan Ethes dibawa itu, di event-event yang non kampanye. Dan itu seperti biasa ketika Pak Jokowi sering melakukan pemotretan di keluarga, di event untuk salat, dan diluar kenegaraan. Jadi, jangan diartikan bahwa ini adalah didesain atau disengaja," jelasnya kepada Tagar News, Selasa (28/1).

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengomentari tweet dari @tempodotco terkait berita dengan judul Timses Ungkap Keunggulan Kampanye Jokowi, Salah Satunya Jan Ethes, pada pukul 09.35 WIB, Sabtu (26/1). Tweet tersebut ditujukan pada Bawaslu @bawaslu_RI.

"Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg "Artis" ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tanya Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Hidayat Nur Wahid dalam Twitter miliknya
@hnurwahid.

Tweet tersebut pun ramai mendapat respon dari publik dengan Reply sebanyak 1.9K, Retweet sebanyak 898, dan Like sebanyak 2.1K.

Eva Kusuma Sundari Anggota Komisi XI DPR ini menilai, masyarakat menunjukkan simpati pada Ethes memang murni karena sosok Ethes sebagai anak-anak. Namun, karena tidak fokus pada substansi kampanye politik, simpati terhadap Ethes malah justru dipolitisasi pihak-pihak tertentu.



"Sebetulnya simpati terhadap Jan Ethes itu adalah murni dari masyarakat, yang bagaimanapun tersentuh karena kemurnian dari sosok anak," tutur Eva.

"Tapi sayangnya, oleh para politisi kemudian dipolitisasi sehingga malah kemudian menjadi isu politik, dan menurut saya seharusnya ini tidak perlu dipolititasi kalau mereka fokus kepada substansi dari kampanye substansi dari politik," sambung dia.

Sebenarnya, menurut Eva, Ethes bukan satu-satunya sosok sasaran empuk yang diserang secara personal dalam keluarga Jokowi. Sebab sebelumnya, anak sulung yakni Gibran Rakabuming dan anak keduanya Kahiyang Ayu pun mendapat serangan dari kubu sebelah, semisal PKS.

"Problemnya kan keluarga Pak Jokowi diserang bukan hanya Jan Ethes. Ini dimulai dengan anak-anaknya, yang dulu teman PKS ngomong duluan hamil, setelah itu bisnis martabaknya Mas Kaesang disebut juga dengan demo, dan seterusnya," terang dia.

Bahkan, bukan hanya anak-anak saja, orangtua dari Jokowi juga sempat diserang dengan berbagai tudingan. Seperti tudingan bahwa bapak dari Jokowi ikut organisasi terlarang, dan jarak Jokowi dengan ibunya yang terlalu pendek sehingga Jokowi dianggap sebagai anak angkat atau pungut.

"Jadi, saya sedih karena Pak Jokowi diserang soal keluarganya. Bahkan, sesuatu yang sifatnya personal," tutur Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan tersebut.

Padahal, seperti diketahui Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga kerap membagikan momen kebersamaan bersama keluarga, termasuk dengan cucu-cucunya, kala menjabat dahulu.

"Pak Beye juga suka foto bersama keluarga termasuk cucu-cucunya kan. Ini kebanggaan sih, gambaran keluarga harmonis yang sayangnya di kubu sebelah menjadi kelemahan sehingga dijadikan isu politik," tukas dia.

Eva pun mengartikan serangan yang kerap ditujukan pada keluarga Jokowi karena kubu sebelah miskin gagasan pembangunan, sehingga menunjukkan serangan yang tidak etis menyerang personal orang lain.

"Ini tidak dibenarkan, karena menurut saya ini tidak etis dan juga menunjukkan kemiskinan soal gagasan pembangunan. Jadi luar biasa ketika masalah personal diobral-obral, ini menunjukkan etika yang lemah," tandasnya.

Tagar.Id

Artikel Terpopuler