Sabtu, 12 Januari 2019

JATUH HATI PADA JOKOWI

Pilpres 2019
Jokowi
"Bang, saya akhirnya mendukung Jokowi.."

Sebuah pesan masuk ke inboxku. Dari seorang teman lama di fesbuk yang 2014 kemarin berseberangan. Dan dia sempat Golput lalu akhirnya memilih Jokowi sekarang.

Saya tidak ingin menanyakan kenapanya, karena saya sudah tahu jawabannya. Sulit berkata buruk terhadap kinerja Jokowi selama 4 tahun ia memimpin.

Jokowi yang dulu dibilang boneka partai yang plonga plongo, hadir dengan segenap keberaniannya membubarkan Petral, menghajar HTI dan mengakuisisi Freeport. Ini bukan kerjaan mudah, karena lawannya bukan sembarangan bahkan sanggup mengeluarkan banyak uang untuk menggerakkan massa.

Belum lagi infrastruktur yang dia bangun dari Sabang sampai Merauke. Bendungan-bendungan besar yang dia siapkan untuk menuju ketahanan pangan. Tol-tol mangkrak yang dia kebut supaya pengendara nyaman. Sertifikat yang dia bagikan kepada rakyat sebagai bagian dari kedaulatan.

Lalu apa yang harus disanggah dari semua kerjanya ?

Jokowi mengajak bangsanya untuk menatap ke depan. Apa yang dia lakukan bahkan menakutkan sekitar. Menurut Standard Chartered, dengan semua yang dibangun Jokowi sekarang, Indonesia di tahun 2030 ekonominya bisa berada di peringkat ke 4 dunia. Jokowi menyihir banyak orang.

Butuh pemimpin gila untuk menggerakkan raksasa negeri yang lama tertidur lelap ini. Dan Jokowi berhasil membuktikan dengan tangan dan kepala dinginnya bahwa kita sejatinya adalah negeri kaya, hanya selalu salah pengelolaan.

"Aku jatuh hati pada Jokowi.." sambung temanku itu. Ah, teman.. Aku sudah lama jatuh hati padanya. Sama seperti jatuh hatinya silent majority yang bergerak menuju GBK dipimpin oleh alumnus UI untuk mendeklarasikan namanya kembali.

Tidak mudah menjadi seorang Jokowi pada masa ini. Ia berhasil merevolusi mental banyak orang untuk bergerak cepat mengejar ketertinggalan. Dan ia jujur, tidak korupsi, apalagi yang harus diragukan ?

Semua bergerak tanpa komando. Mereka hanya ingin berteriak, "Mari kita kawal pemimpin yang benar.." Karena kebenaran tidak bisa datang sendiri, ia harus diperjuangkan..

Siapa yang tidak jatuh hati pada Jokowi ?

Hanya mereka yang dadanya penuh kebencian, para pemalas yang kalah dalam kehidupan, dan kelompok radikal yang merasa tidak mendapat kesempatan yang sudah buta mata hati.

Secangkir kopiku yang terhidang seperti berkata dengan tegas, "Jokowi sekali lagi, ia patut memimpin negara besar ini.."

Seruputt.