Rabu, 16 Januari 2019

MASJID BUKAN TEMPAT KAMPANYE

Politisasi Agama
Politik Masjid
Pilgub DKI Jakarta di tahun 2017, bisa dibilang Pemilu yang mengerikan..

Hal yang paling membuat miris adalah fungsi masjid sebagai tempat ibadah umat Islam, berubah menjadi ajang kampanye untuk melawan salah satu pasangan calon. Bukan saja ajang kampanye, tetapi juga menjadi mimbar caci maki dari mereka yang menggelari diri mereka sendiri "ustad".

Bayangkan, spanduk-spanduk besar bertebaran di banyak masjid Jakarta yang melarang mensholatkan mayat mereka yang meninggal karena berbeda pilihan. Bukan itu saja, salah satu paslon di usir saat habis shalat Jumat dengan kata-kata yang jauh dari nilai-nilai Islami.

Sungguh memilukan, ketika mereka menyebut diri "saudara sesama muslim" dengan teganya menyakiti hati muslim lainnya dengan perilaku yang jauh dari ahlak Rasulullah.

Pilpres 2019, ada indikasi satu kelompok ingin mengulang "kesuksesan" di Pilgub DKI 2017. Mereka menganggap menguasai masjid itu kesuksesan, karena menangnya paslon mereka meski dengan jalan curang.

Januari ini situasi semakin panas menuju April 17.

Dan kasak kusuk di banyak masjid daerah untuk kembali menjadikan masjid sebagai ajang kampanye mulai terdengar. Mereka mulai mengatur jadwal ceramah oleh ustad-ustad pilihan mereka sekedar ingin memenangkan Capres pilihan.

Sudah saatnya kita melawan. Jangan lagi masjid dijadikan ajang kampanye yang merusak ketenangan. Masjid adalah tempat ibadah, kita kembalikan sesuai fungsinya.

Beranilah melawan, ketika saat Jumat ada khatib yang mengarahkan untuk memilih paslon yang mereka suka. Jika perlu videokan ceramah mereka, dan viralkan. Biar hukum sosial yang menghakimi mereka.

Tolak jika ada spanduk-spanduk yang terpasang di masjjd sehubungan dengan kampanye. Protes keras jika pengurus masjid terlihat tidak netral.

Jangan diam, tanggung jawab kita sebagai manusia menjaga "Rumah Tuhan" kembali pada fungsi sebenarnya, untuk beribadah dan menghamba padaNya.

Kalau bukan kita yang menjaganya, maka bibit-bibit perpecahan antar sesama muslim akan semakin melebar dan berbahaya. Agama adalah urusan akhirat, biarkan kampanye menjadi urusan dunia.

Semoga apa yang kita lakukan, kelak akan mendapat balasan sesuai amal dan ibadah kita nantinya.

Seruput kopinya.

Artikel Terpopuler