Minggu, 13 Januari 2019

PERLAWANAN KAUM INTELEKTUAL

Universitas
Deklarasi di GBK
18 Mei 1998..

Akhirnya Universitas Indonesia bergerak juga sesudah melihat situasi pergerakan mahasiswa untuk menjatuhkan Soeharto semakin panas.

Dua kelompok mahasiswa UI, yaitu Senat Mahasiswa UI dan Keluarga Besar UI, memutuskan bergerak bersama dengan gelombang mahasiswa yang semakin membesar pasca tragedi penembakan di Trisakti.

Universitas Indonesia dikenal sebagai kampus intelektual, akhirnya memakai jaket kuningnya dan melebur bersama ribuan mahasiswa lainnya.

Pergerakan UI ini memicu banyak mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya untuk turun ke jalan dan mulai menekan dengan kekuatan penuh. Benteng Soeharto jebol juga, ia akhirnya menyerahkan kekuasan pada BJ Habibie.

21 tahun sudah berlalu.

Mahasiswa UI yang kemarin melakukan pergerakan untuk ikut melahirkan reformasi, mempunyai kesibukan masing-masing. Sebagian ada yang terjun ke dunia politik dengan memanfaatkan jaringan yang pernah dibangunnya.

Tetapi ada yang membuat resah sebagian alumni UI lainnya, bahwa banyak rekan-rekannya yang menjadi penghianat reformasi. Mereka dulu punya cita-cita yang sama, menumbangkan Soeharto yang sudah berkuasa 32 tahun lamanya dan ingin berkuasa kembali. Sekarang, mereka yang dulu turun ke jalan, malah bergabung dengan barisan yang dulu mereka tumbangkan.

Ada yang salah dengan situasi ini.

Ternyata menumbangkan rezim, jauh lebih mudah daripada mempertahankan ideologi reformasi itu sendiri. UI seperti melawan saudara-saudaranya sendiri satu almamater yang tiba-tiba berbalik memainkan politik demi kepentingannya sendiri.

Lalu mulailah bisik-bisik kegelisahan iru menyebar. Buat mereka, Jokowi sudah berada di jalan yang benar, membangun Indonesia dengan cara yang benar. Dia harus dibela dari fitnah, dari rongrongan lawan politik yang kompromi dengan musuh yang dulu mereka lawan.

Dari kegelisahan ini muncullah sebuah statemen bersama, "Mari kita deklarasikan dukungan bersama. Kita mengajak seluruh elemen alumni untuk bergerak demi kepentingan besar, yaitu Indonesia.."

Dan hari ini pun tibalah. Ribuan alumni kumpul bersama di GBK, mereka mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi, bukan karena mereka terlibat politik praktis, tetapi karena ingin melindungi Indonesia.

Api yang dinyalakan alumni UI dan alumni Universitas lainnya, belumlah besar. Tetapi api ini mulai menyebar ke banyak penjuru negeri, bahwa kebenaran tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus diperjuangkan sampai reformasi yang dulu digaungkan, sempurna dalam perjalanan.

Ini bukan lagi tentang Pilpres. Ini sudah perlawanan kaum intelektual melawan kaum kehabisan akal..

Seruput kopi untuk saudara-saudara kita yang sedang berada di jalan yang benar..

Kita mainkan!.