Minggu, 03 Februari 2019

(BUKAN) OEMAR BAKRI

ASN
Ilustrasi @Pegawai Negeri
Saya dua tahun ada di lingkungan pegawai negeri di sebuah dinas provinsi.

Sebagai konsultan swasta saya masuk dengan energi tinggi, dengan sebuah harapan bahwa dinas yang besar ini bisa menjadi pemicu dinas seluruh Indonesia lainnya karena mereka punya potensi.

Setelah 5 bulan berjalan, saya merasakan ada gerakan yang tidak sesuai dengan habitat yang selama ini saya rasakan. Para pegawai negeri, sekarang disebut ASN, bergerak sangat lambat, susah menerima ajakan dan perintah, apalagi diminta kreatif.

Mereka pasif sekali. Penuh dengan teori, tapi tidak ada langkah apapun, kecuali ada uangnya baru bergerak. Rapat-rapat dipenuhi amplop tanpa ada satupun hasil yang dicapai. Pokoknya absen, makan dan pulang.

Ketika jam kerja tidur di meja. Ketika istirahat memenuhi kantin sampai waktunya pulang. Begitu terus siklus kehidupan mereka. Penuh dengan keluhan-keluhan tanpa ada motivasi untuk menjadi lebih maju dari sekarang.

Wajahnya rata-rata sama, karena mereka memang satu keluarga. Bahkan ada bapak, ibu, anak, keponakan sekalian disana. Proses perekrutan yang penuh uang dan KKN adalah penyebabnya.

Ada beberapa yang memang pintar dan bergerak cepat. Tapi mereka akhirnya seperti saya juga, kalah dengan sistem dan budaya yang sudah lama berjalan, bahwa semakin pintar diri kita, maka semakin susah mendapat tempat kecuali memang ada hubungan dengan atasan. Atasan pun hasil produk lama yang ada karena senioritas, bukan karena dia pilihan.

Itu pada masa SBY berkuasa...

Jaman Jokowi saya dengar sudah berbeda, meski tidak disemua wilayah. Jokowi merombak wajah birokrasi lebih efisien dan efektif dengan penilaian berdasarkan kinerja. Kantung-kantung korupsi dibabat habis, bahkan sampai ke desa-desa. Aparat yang dulu bermandikan uang hasil memanfaatkan cap dan tandatangan, sekarang sudah susah bernapas.

Jadi saya paham, kenapa survey Charta Politika menemukan bahwa ASN lebih banyak memilih Prabowo daripada Jokowi.

Karena mereka ingin kembali ke masa kejayaan dimana mereka menari di lemahnya pengawasan, bisa korupsi lagi dengan tenang dan aman dan karir naik karena hubungan kekeluargaan.

Tetapi ada juga ASN yang senang dengan era Jokowi, karena mereka mempunyai banyak peluang maju karena kinerja dan kepintaran.

Kamu ada di posisi mana?

Hanya sepotong gorengan tahu isi dengan cabai rawit yang uendangg dan secangkir kopi panas sebagai jawabannya..

Seruput dulu ahhh.

Artikel Terpopuler