Jumat, 08 Februari 2019

Jokowi Dilaporkan ke Bareskrim, TKN: Absurd, Suruh Mereka Laporkan Amien Rais


Joko Widodo
Jokowi di Surabaya
Pernyataan calon presiden nomor urut satu (01) Joko Widodo terkait propaganda Rusia, berbuntut panjang. Ketua Serikat Independen Rakyat Indonesia (SIRI) Hasan Basri melaporkan Jokowi ke Bareskrim Mabes Polri karena dianggap meresahkan masyarakat jelang Pilpres 2019.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago pun mempertanyakan pelaporan pada Jokowi. "Masyarakat yang mana?" ujarnya saat dihubungi Tagar News, Kamis (7/2).

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem ini, lebih baik melaporkan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang memang meresahkan masyarakat saat Refleksi Malari Ganti Nahkoda Negeri di Seknas Prabowo-Sandi, bulan lalu.

Amien jelas-jelas, menyatakan tuduhan bahwa negeri tirai bambu alias Cina tengah melaksanakan politik mencari negara yang bisa diduduki, serta banyaknya tentara Cina yang berada di Indonesia.

"Suruh mereka laporkan Amien Rais yang bilang tentara Cina sudah berada di Indonesia dan negara Cina mengincar untuk menduduki Indonesia," tegasnya.

"Karena pernyataan Pak Amien (Rais) yang justru telah membuat resah masyarakat, karena jelas tuduhannya," sambung Anggota Komisi IX DPR itu.

Pelaporan Jokowi pun tak akan ditindaklanjuti maupun diindahkan oleh TKN. Sebab ia menilai pelaporan tersebut tergolong pelaporan yang absurd. "Absurd, biarin saja, suka-suka mereka lah," tandasnya.

BPN Bantah Turut Laporkan Jokowi

Sementara itu, Direktur Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku tidak tahu menahu atas pelaporan terhadap Jokowi. Pasalnya, pelaporan bukan berasal BPN melainkan berasal dari masyarakat.

"Saya tidak tahu ya, itu kan yang melapor bukan BPN. Itu kan yang melaporkan bagian dari masyarakat yang menilai sendiri bahwa itu hoaks," jelas dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, untuk menjawab pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia, BPN sudah melakukan konfirmasi pada pihak Jokowi. Bahwasanya apa yang disebutkan tersebut tidak benar.

"Saya sudah bilang, pakai konsultan Indonesia semua, dan kita sampaikan ke pihak Pak Jokowi bahwa itu tidak benar," beber dia.

Daripada ikut melaporkan, Ketua MKD DPR itu memilih mengimbau pihaknya untuk tak memperpanjang masalah yang akhirnya berbuntut panjang. "Kalau saya dari BPN justru mengimbau yang gitu-giru tidak usah diperpanjang lah," tutupnya.

Sebelumnya, pernyataan Jokowi menjadi perbincangan hangat saat menyinggung teori propaganda Rusia.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoaks, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual," ujar Jokowi.

Jokowi diketahui menyampaikan hal tersebut ketika kegiatan deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2).

Tagar.id

Artikel Terpopuler