Selasa, 05 Maret 2019

Surat Untuk Para Caleg Yang Tidak Berani Pasang Foto Jokowi

Politik
Baliho Caleg

Dibanyak tempat di Jawa Barat, saya melihat foto di baliho caleg besar-besar dari partai koalisi, yang tidak memasang foto Jokowi.

Saya tanya ke seorang teman, "Kenapa ??" Teman menjawab, "Mereka takut kalah. Karena mereka harus keluarkan biaya pribadi untuk pencalegan, jadi mereka harus meyakinkan diri untuk menang. Karena ini daerahnya para pemilih Prabowo, mereka merasa lebih aman tidak pasang foto Jokowi supaya kans menang lebih besar.."

Betulkah ? Bahwa jika memasang foto Jokowi di daerah pemilih Prabowo dijamin menang ?

Salah besar.

Pertama, menang atau kalah itu bukan urusan manusia. Itu wilayah Tuhan. Manusia itu urusannya usaha, hasil bukan lagi haknya. Perasaan takut kalah adalah bukti ketidakpercayaan pada kemampuan dirinya sendiri dan ketidakpercayaan pada kebesaran Tuhan.

Kedua, menjadi anggota legislatif adalah amanah, bukan peluang. Ketika diri kita siap menerima amanah, maka Tuhan pasti akan memberi peluang untuk berkarya. Karena jika suara rakyat adalah suara Tuhan, maka wakil rakyat juga menjadi wakil Tuhan. Amanah itu berat. Hanya orang yang sudah selesai dengan dirinya sendirinya itulah yang siap.

Ketiga, berapa suara yang kamu butuhkan di satu daerah ? Jika semua caleg ingin menyasar pada pemilih mayoritas, maka tidak ada lagi yang tersisa. Pikirkanlah, ada suara minoritas yang sangat cukup untuk membuatmu menang. Jika disana pemilih Prabowo mayoritas, maka carilah pemilih Jokowi yang minoritas dan tidak banyak bersuara.

Itu strategi. Kamu tidak bisa mengambil semua pangsa pasar, ambil secukupnya dan tajamkan targetnya.

Resep ini saya berikan ke seorang teman Caleg yang menjadi minoritas di tengah para pembenci Jokowi. Saya bilang, "Pasang foto Jokowi sebesar-besarnya, setinggi-tingginya. Lihatlah, dari balik tempat persembunyian akan muncul orang-orang yang satu visi denganmu, hanya mereka selama ini tidak bersuara. Mereka akan memilihmu bukan karena kamu sama, tetapi justru kamu berbeda dengan orang sekitarnya.."

Dia melakukan itu dan merasakan banyak kemudahan ketika bertemu dengan banyak orang yang membisikkan di telinganya dengan penuh kebanggaan, "Saya milih Jokowi juga, hanya saya banyak diam. Saya pilih kamu nanti, karena kamu pemberani.."

Saudaraku, para caleg dari partai koalisi, berapa lama kita hidup di dunia ini nanti ? Tidak lama, karena mungkin saja besok kita akan mati.

Tetapi jika dalam hidup kita, kita tidak mengambil keputusan yang berani, kita akan menjadi manusia yang tidak berarti. Dan jika begitu, sungguh kita akan menjadi manusia yang merugi.

Pilihlah medan pertarunganmu, dan bertarunglah dengan gagah berani. Karena jasad hanya sementara, tetapi pikiran kitalah yang abadi.

Mereka yang sejak pertarungan sudah takut tidak menang, ketika berkuasa dia hanya akan menjadi pecundang. Jika dalam pertarungan saja sudah takut bersuara, bagaimana kelak kamu bisa membela rakyat yang kamu wakili ? Atau kamu memang maju Caleg hanya untuk memperkaya diri ?

Untuk para pemilih. Mari kita pilih Caleg pemberani. Karena hanya ditangan pemberanilah kita sandarkan nasib bangsa ini. Para penakut, suruh pulang saja menetek kembali.

Saya angkat secangkir kopi pada posisi paling tinggi untuk mereka para petarung sejati.

Artikel Terpopuler