Sabtu, 27 Agustus 2016

Pria Berdaster Pemburu Salib

Pemburu Dracula
Bram Stoker
Bram Stoker, dikenal sebagai orang pertama yang menuliskan legenda Dracula tahun 1897. Kisah itu berkembang dan terjaga dari masa ke masa dengan banyak bumbu. Tetapi dari semua bumbu yang paling sedap adalah takutnya Dracula pada salib dan bawang putih.

Gak usah nanya, kenapa Dracula takut sekali pada salib dan bawang putih. Ya suka2nya Bram Stoker. Coba dia buat cerita Dracula takut ma bunyi kentut, pasti ketika kita kentut berarti kita sudah mengusir Dracula.

Tapi ada satu hal yang Bram Stoker benar!
Bahwa salib menakutkan banyak neo dracula yang sekarang berubah dari jubah hitam menjadi daster putih. Dracula berdaster putih ini takut sekali dengan salib sehingga apa2 yang berbau salib, membuat mereka terengah2, nafas memburu dan teriak "Itu harammm.. musyrikkk... itu bisa melemahkan akidah !! "

Phobia ini membuat para dracula abad ini rajin mengeluarkan fatwa. Tomat haram dimakan, karena ketika dibelah ada salib didalamnya. Dilarang mengidolakan klub sepakbola Barcelona, karena ada gambar salib dibajunya.

Bahkan mereka bisa gemetar ketika menulis pake huruf "t". Ini simbol salib yang sengaja disusupkan dalam abjad untuk melemahkan akidah. Jika bisa mereka ingin mengganti huruf "t" menjadi "c" yang mirip bulan sabit. Jadi kalau nulis begini, "sebagai cecangga, kica wajib colong menyolong.." Ini kalimat yang lebih aman supaya akidah tetap kuat dan terjaga. Becul, kan?

Saking cakutnya eh sorry.. saking takutnya, dracula berdaster putih ini memburu salib dimana2. Mereka membentuk organisasi pemburu salib bernama "Front Pemburu Ihhh salib" atau disingkat FPI. Agak maksa sih singkatannya, tapi biarlah.. bukan biar dong. Mulan Jamilah bukan Mulan Jamidong ( apa sehhhh?)

Baru2 ini di Banten, mereka berhasil menemukan Paskibra yang pakaiannya membentuk salib. Mereka mengancam dan akhirnya merobek kain vertikal, supaya garis putihnya tampak tidak seperti salib. Paskibra itu juga salah, mereka gak bawa bawang putih supaya dracula berdaster tidak berani mendekat.

Nah, ketika ada seorang ustad di Manado yang dengan berani memegang salib sebagai bukti persaudaraan, agen2 mereka teriak2, "Astaghfirullahh.. Kafir ituhh.. murtad si ustad, semoga dia diampuni dan mendapat hidayah.. akhir zaman semakin banyak manusia menjadi dracula.." Dracula teriak dracula.

Pertumbuhan dracula berdaster ini semakin semarak. Mereka sudah bermutasi dengan zamannya, bukan lagi hanya takut salib... bahkan sekarang mie instant pun mereka takuti. Mungkin karena dalam mie instant ada unsur bawang putihnya.

Siapa kira2 yang bisa menekan perkembangan dracula berdaster putih itu ? Jawabannya adalah emak-emak..

Emak2 dengan slogannya, " The Power of emak2" sangat mereka takuti. Karena emak2 begitu geram kepada mereka, sebab "daster" adalah kebanggaan emak2, sebuah simbol yang tidak akan lekang dimakan zaman. Tidur... enak dingin kalo pake daster. Masak.. dasteran ajah. Cuman mandi yang gak pake daster. Kenapa ? Ya basahhhh donggg...

Ah, semakin malam.. kopi sudah habis, tinggal sisa sebatang rokok. Mau sebut seruput kok ada salib-nya. Gini aja yang aman... "Serupuccccc.."