Rabu, 31 Agustus 2016

Surat Dari Seseorang Mirip Ahok

Kasus Penganiayaan
Ahok
Kasus pemukulan seorang pemuda bernama Andrew karena dituding Ahok di halte JCC Senayan saat mau naik Transjakarta, mengingatkan saya peristiwa yang masih belum lama terjadi.

Waktu itu malam hari, saya sedang menunggu metromini di daerah Slipi. Tidak banyak penumpang di dalam, dan kebetulan saya duduk bersebelahan dengan seorang pria yang berbadan kekar dan penuh tato ditangannya.

Menyeramkan, ia terus memandangi saya dari ujung rambut ke ujung kaki. Saya mencoba tersenyum, tapi ia sama sekali tidak menanggapi. Wajahnya dingin. Dan yang lebih menyeramkan lagi, ia merapat ke tempat duduk saya.

Dan tiba2 ia langsung menudingkan tangannya ke arah saya, "Kamu Ahok ya ?" Terang saja saya menggeleng keras,"Bukan..." karena takut dan karena memang sy bukan Ahok. Pria itu tampaknya tidak puas dengan jawaban saya. "Ah, kamu pasti Ahok.." katanya.

Di daerah grogol saya buru2 turun. Ternyata pria itu juga turun. Dan dia seperti mengejar saya. Di pintu keluar ia sempat bertanya lagi, kali ini lebih keras, " Ngaku aja, kalo kamu Ahok..". Saya menggeleng lebih keras, "Bukan.. saya bukan Ahok.."

Kaki saya melangkah lebih cepat, setengah berlari. Sudah malam dan tampak sudah mulai sepi. Tapi pria bertato itu terus mengejar saya. Ia bahkan berteriak, "Hei, Ahok !"
Akhirnya, karena terpojok timbul keberanian saya. Harus saya tuntaskan kali ini. Setidaknya kalau saya mati, saya mati sebagai pemberani. Saya pun berhenti berlari dan menunggu kedatangan pria itu. "Ini saatnya.." pikirku gelisah.

Dia mendekat dengan wajahnya yang penuh gurat luka dan mata seperti hendak menelanku. Dan semakin dekat wajahnya denganku. Ia seperti menggeram dan kembali bertanya pertanyaan yang sama, "Gak usah mungkir lah.. Kamu pasti Ahok.."

Keberanianku timbul. Kugertak balik dia. Aku siap bertempur, "Iya, saya Ahok. Kamu mau apa memangnya ???"
Ia menatapku dalam2. "Bener kamu Ahok ? Kok.. gak mirip ya ?"
Baru kali ini ingin kumakan celanaku se-sempak2nya..