Sabtu, 10 September 2016

DUTERTE & JOKOWI

Rodrigo Duterte dan Jokowi
Jokowi & Duterte
Mungkin Presiden yang terkenal saat ini adalah Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.
Duterte terkenal akan "kebuasannya" memberantas bandar narkotika di negaranya. Sudah ribuan ia "bantai" dan ribuan lagi merelakan diri untuk masuk penjara daripada terbaring di jalan dengan lubang peluru di kepala.

Si Punisher ini memang ganas dan tanpa ampun. Tetapi apa yang ia lakukan mendapat sambutan baik dari rakyat Filipina yang sudah sangat ketakutan dengan kebuasan bandar narkotika dan jaringannya.
Duterte bukan saja menghajar para bandar di negaranya. Ia juga dengan berani memaki Presiden Obama yang mencoba turut campur di negaranya dengan kata Puntangina atau Son of a bitch.

"Masih banyak yang memiliki mental seperti anjing yang gemar menjilat bokong orang Amerika," kata dia tajam.

Duterte juga menolak bertemu Ban ki moon Sekjen PBB dan mengatakannya sebagai orang bodoh. Level keberanian Duterte - jika menurut standar kepedasan kripik mak icih - berada di level 9.

Hari ini Duterte ada di Indonesia bertemu seorang Presiden dengan keberanian yang sama, Jokowi.
Jokowi juga dikenal ketegasannya dalam memberantas mafia di negaranya. Meski caranya berbeda dengan Duterte, Jokowi dengan berani melawan arus ganasnya tikus2 yang tetbentuk selama puluhan tahun dan mempunyai kedudukan, uang juga kuasa.

Dalam level internasional, Jokowi juga pembangkang yang tidak mau ditekan oleh banyak negara ketika ia menghukum mati pengedar narkotika asing. Jokowi juga dengan berani menantang China ketika mereka bermasalah di laut Natuna. Bukan itu saja, Jokowi juga menantang Israel dengan membuka konsulat di Ramallah, Palestina.

Pertemuan Duterte dan Jokowi mengingatkan saya akan pertemuan 2 orang pemberani, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dari Iran dan almarhum Hugo Chavez, mantan Presiden Venezuela. Mereka berdua terkenal akan keberaniannya menentang dominasi AS dan Israel di kancah dunia.

Mereka akhirnya bersahabat erat karena mempunyai pandangan yang sama. Siapa tahu, sesudah pertenuan ini Jokowi dan Duterte akan menjadi sahabat juga.

Tapi satu hal yang Duterte harus salut sama Jokowi, yaitu keberaniannya menghadapi orang Indonesia.

Orang Indonesia ini aneh2 susah. Ada yang tinggal di Indonesia tapi Presidennya di Turki. Ada yang tetap jual sate, meski disampingnya terjadi pertempuran melawan teroris. Ada bandar narkotika yang dalam waktu beberapa bulan khatam Alquran 10 kali dan tiba2 jidatnya menghitam. Ada yang masih mimpi negara dipimpin Prabowo, meski pilpres sudah lewat.

Kalau di komik Asterix, Indonesia ini bisa digambarkan sebagai desa Galia yang penduduknya gila semua.

Duterte mungkin makin takut ketika tahu ada penulis yang kerjaannya ngopi mulu. Bukannya karena dia senang ngopi, tapi karena waktu bayi, dia pernah tercemplung ke dalam panci berisi kopi.

Mirip Obelix yg selalu haus dengan ramuan ajaib..