Senin, 26 September 2016

Ketika Anies Memimpin Jakarta

Sandiaga Uno
Pilgub DKI Jakarta
Melihat video pembacaan puisi Fadli Zon, saya lebih tertarik melihat siapa saja yang berdiri di belakang. Saya jadi teringat saat pilpres 2014.

Sebenarnya saya sempat tertarik pada waktu itu melihat sosok Prabowo, seorang Jendral, mantan Kopassus yang saya rasa cocok untuk merubah Indonesia ke arah yang lebih baik sesudah 10 tahun autopilot.

Tetapi ketika akhirnya melihat barisan di belakang Prabowo, jujur saya ngeri juga.

Saya melihat begitu banyak serigala lapar yang ingin mendompleng popularitas Prabowo dan siap kembali merencah bumi pertiwi. Apakah Prabowo - yang waktu itu terlihat baik - mampu mengendalikan mereka semua?

Berjalannya waktu saya bersyukur pilihan saya ke Jokowi, yang pada waktu itu menurut saya dia adalah pilihan yang buruk diantara yang terburuk. Sosok Jokowi yang ndeso dan cungkring, tidak meyakinkan saya bahwa ia mampu menjadi nahkoda yang kuat. Tapi saya masih lega melihat orang2 dibelakangnya, yang tidak lebih baik tapi juga tidak sangat buruk.

Dan memori itu terulang kembali ketika melihat bagaimana Anies Baswedan bernasib sama seperti Prabowo pada waktu itu..

Seperti deja-vu, barisan daster putih berbaris dibelakang. Dan terlihat ada sekjen Forum Umat Islam disana, selain dari PKS. FUI ini mirip dengan FPI dalam baju berbeda. Dengan mengatas-namakan "umat islam" mereka melakukan aksi2 yang mereka sebut "penyelamatan akidah umat Islam".

Mereka di beberapa daerah seperti Bekasi, Bandung, Aceh berdemo menolak banyak pembangunan gereja. Mereka juga mengadakan acara dimana2 dengan tema "melawan syiah".

Di dalam FUI ini banyak bergabung orang2 garis keras seperti dari HTI. Sejak awal FUI keras menolak Ahok - mungkin karena jatah makannya diputus. Mereka bahkan mendesak DPRD untuk menjatuhkan Ahok dan disambut baik oleh para anggota dewan, salah satunya yang sekarang masuk penjara itu.

Jadi saya sudah terbayang, seperti apa Jakarta ketika dipimpin oleh Anies Baswedan..

Anies akan banyak kompromi dengan mereka supaya Jakarta tidak digoyang. Mereka akan kembali mendapat supply makanan untuk menggerakkan aksi kembali. Dan secara perlahan, Anies yang manis menjadi sedikit berkumis, karena merasa mendapat dukungan "umat Islam".

Bisa jadi, Anies menjadi Bima Arya kedua yang tidak bisa apa2 dibawah tekanan kuat mereka...
Seperti seorang teman berkata, "Orang benar di barisan yang salah.."
Seperti Bisma di barisan Kurawa.