Kamis, 29 September 2016

TUHAN DALAM SECANGKIR KOPI

Tuhan
Tuhan itu satu, tapi bukan bilangan.

Hanya cara menyembahNya saja yang berbeda-beda. Ia tidak butuh disembah karena kitalah lebih butuh menyembah kepadaNya.

Ia tidak ada dimana-mana karena kata "dimana" menunjukkan tempat , dan Ia tidak bertempat karena lebih besar mana tempat atau diriNya?

Agama adalah petunjuk menuju diriNya, sebuah pencapaian, sebuah proses panjang bukan sebuah identitas.

Tuhan itu seperti air dalam secangkir kopi. Kepahitan yang hadir dan rasa manis yang kita usahakan, tercampur menjadi satu yang seharusnya kita sebut kenikmatan. Itulah kenapa kita harus selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

Supaya kita satu saat dipanggil dengan sebutan yang menyejukkan, "Wahai jiwa2 yang tenang..."