Sabtu, 29 Oktober 2016

Kita dan Dia yang di Seberang Jendela

Sejak Pilpres 2014 kita seakan dipisahkan dengan saudara, teman bahkan keluarga. Mereka yang dulunya selalu menyapa "hai" ketika kita membuat status, sekarang hilang bahkan men-delete kita dari pertemanan.

Mungkin kita juga begitu..
Pilgub DKI ini menambah daftar orang-orang hilang yang dulu pernah satu pemikiran. Entah kenapa begitu mudah tangan kita menekan tombol remove dan block hanya karena kita tidak ingin terganggu suara mereka. Ternyata kita juga sebenarnya belum kuat ketika mendengarkan pendapat yang berbeda.
 
Santai sajalah.. Dukunglah apa yang harus kita dukung. Tetapi hormati juga apa yang orang lain dukung. Tidak ada yang perlu dibela mati-matian...
 
Semoga satu waktu nanti, kita bertemu kembali dengan orang-orang lama yang dulu kita cintai bukan karena apa pilihannya tetapi karena dia memang pernah dekat dengan kita.

Jodoh pasti bertemu.. Seperti kopi bertemu susu, tetap saja nikmat ketika lidah terbiasa mencecap. Seruputtt..