Minggu, 02 Oktober 2016

Surat Tantangan Kepada Para Buruh

Akun dan message saya diamuk mereka yang menamakan dirinya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia atau FSPMI.

Mereka menamakan dirinya sebagai Garda Metal. Entah apa hubungannya dengan musik Heavy Metal. Mereka ngamuk karena tulisan saya dianggap menghina mereka dengan sebutan pasukan nasi bungkus.

Saya heran, kenapa mereka ngamuk?

Jika memang bukan panasbung, semestinya tidak perlu ngamuk. Kalau ngamuk, ya pasti merasa... Tersinggung ketika apa yang selama ini tersimpan rapat, dibuka selebar-selebarannya.

Biar para buruh yang lain tahu, bahwa si grup musik Garda Metal itu tidak layak menamakan diri mewakili semua buruh. Banyak buruh yang cerdas dan tidak mau ditunggangi kelompok-kelompok yang mengatas-namakan buruh tapi sebenarnya aspirasi mereka lebih mengikuti partai-partai tertentu.

Apakah kalian wahai organisasi yang mengatas-namakan buruh berani bilang bahwa kalian bebas dari kepentingan partai politik tertentu?

Beranikah?

Layakkah kalian wahai organisasi yang mengatas-namakan buruh berkata bahwa perjuangan kalian murni untuk memperjuangkan buruh jika para petinggi kalian terkait erat dengan partai tertentu?
Tanya nurani kalian. Jangan bohongi hati kecil kalian.

Kalian bicara bahwa kalian hidup dari iuran para buruh, tapi kalian membelokkan niat buruh yang benar yang ingin memperbaik kualitas hidupnya, hanya untuk kepentingan sebagian golongan...
Dan kalian dengan bangga berkata "Atas nama buruh"?
Banyak buruh yang malu terhadap aksi kalian. Banyak buruh yang tidak sependapat dengan kalian. Banyak buruh yang cerdas dan tidak sepakat dengan kalian. Tapi kalian tindas. Kalian berbicara sebagai kaum yang tertindas, tapi kalian menindas..

Mereka lebih baik diam daripada berurusan dengan kalian. Kalian bodohi banyak buruh untuk kepentingan kalian.

Jika kalian perduli buruh, kenapa kalian tidak sibuk meningkatkan skill para buruh supaya kelak mereka tidak menjadi buruh?

Jika kalian perduli buruh, kenapa kalian tidak sibuk merevolusi mental para buruh supaya mereka seumur hidup tidak selalu bergantung pada perusahaan?

Kenapa kalian tidak membangun iuran itu untuk membentuk koperasi dan memberikan modal kepada buruh supaya mereka bisa berwiraswasta?

Kenapa kalian tidak menanamkan kepada para buruh supaya mereka satu waktu harus berdiri di kaki sendiri, sebelum tiba waktu tenaga manusia digantikan teknologi ?

Tanya kenapa?

Karena jika mereka cerdas, kalian yang selama ini sibuk hidup dengan iuran buruh tidak punya sumber pendapatan. Organisasi kalian kering kerontang, tidak ada yang bisa dibuat jualan...

Bangkitlah para buruh yang cerdas. Lawan pembodohan...

Kalian berhak atas hidup kalian sendiri, tidak terikat dengan kepentingan organisasi.
Berorganisasilah jika organisasi itu benar-benar memperjuangkan hidup kalian, meningkatkan taraf hidup kalian dan membangun kemandirian kalian.

Kalian tidak selayaknya selalu sibuk demo minta naik tunjangan. Sudah dinaikkan, minta naik lagi tanpa ukuran. Kalian ini buruh yang berakal, jangan mau dibentuk menjadi pengemis seumur hidup kalian.

Merdekakan hidup kalian..

Jika organisasi tidak mewakili aspirasi kalian, rebut organisasi sebagai kewajiban bahwa kalian bertanggung jawab terhadap pembodohan massal yang selama ini menjadi budaya yang mengerikan..

Hormat saya pada pasukan biru. Hormat saya pada pasukan oranye di DKI Jakarta. Hormat saya pada kalian yang buruh tetapi benar-benar bekerja nyata dan menolak segala hal yang memanfaatkan nama kalian.

Sudah, saya capek nulis mulu. Mana belum ngopi. Kalian menghabiskan saya punya energi.
"Bu, nasi bungkus dua. Yang rendang karetnya tiga!!"