Kamis, 13 Oktober 2016

Surat Untuk Saudara-saudaraku Nasrani dimana Saja Kalian Berada

Maaf
Maafkan Saya
Saya mohon maaf yang sebesarnya kepada teman-teman Nasrani.

Banyak yang menyangka saya Kristen, sehingga kemudian mereka memperolok-olok agama kalian. Saya yakin sumbu kalian panjang sehingga tidak terpengaruh hasutan-hasutan dan ejekan mereka.

Saya berharap banyak teman-teman nasrani untuk selalu sabar dan mengerti, bahwa saya dan banyak teman muslim lainnya sedang berperang melawan kebodohan pada saudara kami sendiri yang telah terinveksi virus radikal sehingga mereka menjadi zombie.

Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, karena peran sebagian ulama-ulama kami yang punya kepentingan dan ambisi pribadi, ingin menjadikan negara ini sebagai negara khilafah.

Kesabaran kalian dan cara memandang setiap masalah melalui humor dari kami adalah sebuah ikatan tangan yang harus tetap kuat.

Pandanglah kami sebagai saudara kalian dalam kemanusiaan meski kita tidak seiman. Jangan menjadi radikal, ketika sebagian dari saudara kami sudah menjadi radikal. Karena ketika radikal bertemu radikal, habislah negara kita yang indah dan tercinta ini.

Perkuat tempat ibadah kalian, berikan pemahaman kepada jemaah gereja yang lain bahwa mereka yang selalu berteriak-teriak "kami umat muslim" sesungguhnya tidak mewakili muslim keseluruhan.
 
Jika tidak tahu kemana berpegang, peganglah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang masih menjaga NKRI ini dengan sekuat tenaga.
 
Kita lalui semua ini karena saya yakin akan ada guncangan keras bagi kita ke depan. Tetap berpegang-tangan, saya mencintai kalian semua..
 
Terimalah rasa hormat kami dengan tulus dan dada yang lapang terbuka.
Satu saat, InsyaAllah jika Tuhan mengijinkan, kita akan minum kopi bersama dan tersenyum mengingat petualangan kita dalam mempertahankan keutuhan melalui media sosial..
 
Seruput kopi dulu, teman..