Kamis, 17 November 2016

Jokowi Bukan Orang Bodoh

Jokowi
JOKOWI
Saya banyak sekali menerima kritikan baik melalui inbox maupun ditulis di statusnya sendiri. Poin kritikannya pada ketidak-senangan ketika saya dianggap membongkar langkah-langkah politik strategis Jokowi.

Menurut teman-teman ini, saya terlalu vulgar membuka "rahasia negara" karena akan menyulitkan Jokowi sendiri dalam mengambil langkah selanjutnya, sebab jadi bisa ditebak alurnya.
Sambil minum kopi saya senyum-senyum sendiri bacanya..

Yang saya heran, betapa tingginya penghargaan teman-teman ke saya sehingga menganggap analisa saya bisa 'membahayakan negara" atau paling rendah "merepotkan Jokowi". Bahkan ada seseorang menulis dgn judul "menyelamatkan Jokowi" dari tulisan saya yang terkesan membuka langkah-langkah beliau. Terimakasih atas penghargaannya, tetapi. -maaf- itu terlalu ngawur.

Di belakang Jokowi itu banyak Jenderal dan ahli strategi militer yang mumpuni dan berpengalaman. Mereka dalam memperhitungkan langkah strategis, tidak berhitung satu atau dua langkah ke depan, tetapi lebih dari seribu langkah ke depan.
 
Selamatnya negara ini karena mereka mempunyai rencana matang. Perhatikan, jika mereka tidak menghancurkan koalisi merah putih di parlemen pada waktu dulu, belum tentu pemerintahan selamat ketika ada agenda besar demonstrasi yang ingin menjatuhkan Presiden. Koalisi yang dulu besar itu bisa menjatuhkan pemecatan kepada Presiden sebagai akibat demonstrasi sekarang, jika diinginkan. Toh jika kesepakatan memenuhi kuorum, proses impeachment bisa diajukan.

Apa yang saya lakukan sebenarnya lebih kepada edukasi politik. Bahwa politik itu menarik, jika dilakukan dengan benar dan berjalan di rel konstitusi.

Ada seorang pengusaha yang berterimakasih kepada saya, karena ketika saya mencoba menganalisa langkah Jokowi, ia menjadi tenang karena mulai memahami strateginya. Dia dulu sering panik ketika isu dihembuskan bahwa pemerintah akan jatuh, rusuh dimana-mana dan ekonomi hancur. Ia dulu sering termakan hoax yang disebarkan.

Dan bayangkan kepanikan dia akan ditularkannya kepada pengusaha lain yang selevel dia, akhirnya menjadi panik berjamaah. Ketika panik dan tidak tahu apa yang terjadi, mereka bisa memindahkan usahanya keluar negeri atau minimal sibuk memborong dollar karena takut rupiah jatuh.
 
Sekarang dia sudah bisa ketawa-ketawa berbicara tentang strategi politik Jokowi dalam perbincangan dgn teman-teman usahanya, yang juga ikut tenang karena muncul kepercayaan bahwa pemerintah bisa mengatasi semua masalah.

Bukankah itu edukasi politik yang berhasil? Itulah bagian daripada agenda revolusi mental yang berjalan. Dan tersebarnya di kalangan undergorund tentang langkah-langkah sttategis pemerintah, bukan karena "kebocoran". Tetapi -bisa saja- memang sengaja dibocorkan.

Keuntungannya pertama, memberikan informasi kepada masyarakat melalui tangan lain -seperti saya misalnya- supaya masyarakat tenang, dan kedua menggiring pihak lawan melalui informasi supaya mengikuti alur permainan pemerintah.
 
Jadi membahas langkah-langkah penerintah dan strategi mereka, sebenarnya lebih kepada bagian dari pencerdasan daripada ketakutan bahwa "langkah pemerintah diketahui lawan".
 
Wah, Jokowi dan orang-orangnya di belakang layar jelas tidak sebodoh itu sehingga perlu diselamatkan. Kalau mereka bodoh, saya sudah memimpin badan intelijen negara sekarang ini.

Saya ini hanya tukang seruput kopi yang mencoba berfikir waras dengan menaruh kepercayaan pada pemerintah. Karena menjadi waras di tengah kegilaan fitnah ini adalah kegilaan tersendiri.
 
Mending seruput kopi sambil bincang-bincang tentang hal yang lebih besar daripada khusus membincangkan saya yang kadang pakai celana dalam kadang ngga.

Meskipun kata seorang teman no pic=hoax, saya itu orangnya tidak suka pamer karena itu riya. Kalau saya pamer, pasti banyak yang minder nantinya. Seruputttt.. Kopi siang memang nikmat..