Minggu, 25 Desember 2016

Bahagia Itu Ada Saat Berbagi

Nikmat
Berbagi
BeMelihat seorang teman yang selalu berbagi sepanjang hidupnya, sungguh menyenangkan. Ia terlihat sangat bahagia dan bukan bahagia yang berpura-pura dengan bungkusan materi. Jiwanya bahagia.

"Tidak akan pernah kekurangan orang yang selalu berbagi.." Katanya satu waktu ketika kami minum kopi bersama.

"Anggap saja begini.. Kita ini seperti saluran pipa dimana Tuhan adalah airnya.
Ketika saluran kita lancar mengalir kemana-mana, maka pipa itu sendiri akan terpelihara dengan baik. Dan tidak akan pernah kekurangan air, karena Tuhan mempercayai kita untuk menyalurkan rejekinya.

Tetapi beda ketika pipa kita mampet.
Maka air akan terkumpul di satu titik dan tempat berkumpulnya air itu akan memunculkan banyak kotoran. Ada lumut, ada pasir yang mengeras dan sebagainya. Akhirnya, pipa itu rusak dengan sendirinya..

Sama seperti jiwa kita. Ketika kita hanya mengumpulkan harta dan ilmu dan terikat dengannya sehingga sulit berbagi, maka jiwa akan rusak dan kita sulit menjadi manusia yang benar.

Karena sebenarnya fungsi manusia di dunia adalah untuk memanusiakan manusia lainnya.. "
Ah, kadang secangkir kopi mempunyai makna ketika kita terus mencari dimana kenikmatannya. Ingin kuseruput lagi bersamanya malam ini..

Selamat Natal, temanku.. Semoga engkau terus menjadi manusia yang apa adanya. "Sungguh celaka orang yang kikir. Di dunia mereka tidak bisa menikmati apa yang mereka cari dan di akhirat mereka harus mempertanggung-jawabkan semua yang mereka punya.."
- Imam Ali as -