Rabu, 21 Desember 2016

JPU : Ahok Itu Merasa Paling Benar

Sidang Ahok
JPU Sidang Ahok
Lucu juga pernyataan Jaksa Penuntut Umum Ali Murkatono ini di persidangan kemaren. "Dalam kaitan ini, terdakwa (Ahok) telah menempatkan diri sebagai ORANG PALING BENAR dengan mengharuskan kandidat kepala daerah supaya menggunakan metode yang sama dengan terdakwa yaitu dengan ADU PROGRAM.

Sebaliknya, yang gunakan metode lain disebut tidak sepaham dengan terdakwa, termasuk yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 51, dianggap sebagai oknum elite yang pengecut," kata Jaksa.

Entah dimana "kemampuan nalar" JPU ini. Ya sudah jelas bahwa dalam pilkada itu adu program adalah hal yang paling penting, karena calon kepala daerah yang ingin terpilih harus jelas program-programnya.

Dan Ahok sudah benar, bahwa menggunakan Al Maidah 51 sebagai senjata untuk menyerang calon lain adalah tindakan pengecut. Bersembunyi di balik ayat yang ditafsirkan sendiri karena tidak punya program yang jelas.

Bagaimana bisa menyampaikan sesuatu yang benar dianggap merasa sebagai orang paling benar?. Kebenaran harus disampaikan dengan dasar-dasar pemikiran yang benar, bukan karena merasa paling benar tetapi karena itu memang benar.

Bagaimana bisa kesalahan dipelihara begitu lama -seperti penggunaan ayat untuk menyerang calon lain- sehingga akhirnya dianggap sebagai kebenaran?.

Coba kutanya pada secangkir kopi, "Wahai kopi, ini pemilihan kepala daerah atau pemilihan pemimpin umat sih?'. "Grrrrhh.. grrrhhh..grrrrrrr grrrrhh.."
"Maaf, kamu ini kopi atau master limbad?".