Minggu, 18 Desember 2016

Suriah, Bangsa Pemberani

Bashar Assad
Bashar Assad
Ketika membuka masalah Suriah, saya termasuk orang yang akunnya diincar untuk di non-aktifkan..
Entah sudah berapa kali akun pingsan selama sebulan dan ketika hidup lagi sebentar, di pingsankan lagi..
Sejak 2011 bersama beberapa rekan, termasuk guru saya masalah Suriah Dina Sulaeman, kami berusaha membongkar bagaimana terjadi propaganda massif yang dilakukan oleh media mainstream Internasional.
 
Suriah dibungkam dengan sulitnya akses internet disana, sehingga mereka tidak bisa berteriak ke dunia internasional. Akibatnya, dunia hanya melihat Suriah dari satu sudut pandang saja, sisi para imperialis yang diwakili oleh beberapa negara barat seperti AS dan Inggris juga beberapa negara Arab seperti Saudi, Qatar, Jordan dan Turki. Merekalah yang memiliki saham di BBC, CNN dan Al Jazeera..
 
Beruntung masih ada reporter2 baik di Suriah yang juga berasal dari kebangsaan yang sama dengan para negara donatur pemberontak itu. Mereka membongkar kebusukan koalisi media internasional, meski suara mereka sangat lemah tertutupi kedigdayaan media internasional yang menguasai 90 persen pemberitaan dunia.
 
Suriah dibangun layaknya Hollywood..
Disana ada aktor dan aktris yang berperan sebagai orang sipil yang teraniaya oleh pemerintahan yang sah Bashar Assad. Make up ala Hollywood juga digunakan untuk mendandani para korban - biasanya anak2 - dengan dandanan horor penuh darah dan luka. Foto-foto disebarkan ke seluruh dunia dengan caption "Kekejian Bashar Assad pembunuh anak-anak Suriah".
 
Tujuannya tentu supaya dunia mengutuk Bashar dan itu akan mempermudah pasukan koalisi AS masuk kesana menguasai Suriah, sama persis seperti yang mereka lakukan di Irak dan Libya.
 
Menarik memang.. Mereka membayar ISIS dan pasukan pemberontak seperti FSA, untuk menyerang Bashar, sementara tugas mereka - AS dan koalisinya - hanya melakukan kegiatan Public Relation dengan narasi2 yang menyayat hati menjual suara yang mengatas-namakan rakyat Suriah.
 
Fitnah di Suriah ini memang dahsyat, mencuci otak banyak manusia - tidak perduli apa agama dan kebangsaannya - untuk terus mengutuk Bashar dan berharap ia jatuh. Padahal Bashar didukung oleh 80 persen rakyat Suriah dalam pemerintahannya.
 
Tanpa koalisi besar Bashar dan rakyatnya, sudah sejak lama Suriah jatuh. Hal yang tidak di miliki oleh Saddam Husein dan Muammar Khadaffi, yang terkenal dengan kedikatorannya. Bashar dicintai karena memang sejak lama ia dan keluarganya dikenal karena melindungi rakyat Palestina dan penentang AS sejati.
 
Dan hanya Bashar Assad yang bertahan selama 5 tahun diserang oleh beberapa negara dari berbagai sisi. Sejak lama saya katakan, "Dia itu gila !"
 
Kegilaan Bashar berperang melindungi rakyat dan negaranya ini memancing simpati beberapa negara untuk terlibat dalam pertarungan besar itu. Rusia segera mengirimkan kapal induknya, Chechnya mengirim pasukan berani matinya dan Iran mengirimkan Hizbullah - sayap perangnya diluar negeri.
 
Bashar Assad adalah legenda petarung abad ini. Nama keluarganya akan selalu dikenang rakyat Suriah yang berhasil dibebaskan dari kekejian atas nama "Syariat Islam" yang dikumandangkan oleh para penjagal dan pemerkosa.
 
Suriah perlahan-lahan dibebaskan dengan merebut kembali kota2 yang dulu berhasil dikuasai musuhnya. Ketika rakyat Aleppo turun ke jalan-jalan meneriakkan "Alhamdulillah, Bashar.." tidak terasa pelupuk mata saya berat karena saya sangat memahami betapa beratnya perjuangan mereka..
 
Menonton perang Suriah seperti menonton film terpanjang sejarah perjuangan terbesar umat manusia melawan ketidak-adilan...
 
Ah, tidak cukup bercangkir2 kopi untuk menceritakannya. Tapi cukuplah secangkir kopi saja untuk menghormati perjuangan mereka, bangsa Suriah yang pemberani...

Bisakah kita seperti mereka ketika menghadapi situasi yang sama ?
Seruput...