Jumat, 27 Januari 2017

KETIKA IBLIS BERIBADAH

"Iblis itu tidak punya peran terhadap maksiat manusia.."
Temanku menulis di statusnya pagi ini.

Wah, judul yang menarik disaat banyak pandangan yang menyalahkan semua kejahatan pada iblis. Iblis adalah tersangka utama dalam setiap masalah.

"Iblis tidak berperan ketika manusia ingin mabuk, ketika manusia ingin berzinah, mencuri, korupsi dan sebagainya. Itu sama sekali bukan peran iblis menggoda. Itu adalah nafsu manusia sendiri, sifat kebinatangan dalam dirinya yang menguasai.

Jadi jangan pernah salahkan iblis lagi ketika kita terjatuh dalam maksiat yang kita lakukan sendiri.."
Kuseruput kopiku pagi ini. Rasanya aku setuju, tapi ada sesuatu yang kurang kayaknya.

"Lalu dimana peran iblis terhadap manusia ?" Aku menulis komen di statusnya.
Agak lama aku menunggu, dua seruputan waktuku.

"Ketika manusia merasa ia sudah beriman. Iblis adalah mahluk yang sangat kuat ibadahnya. Saking kuatnya, ia dianggap sebagai malaikat oleh kaumnya. Inilah yang menyebabkan ia dikutuk, karena kesombongan dalam ibadahnya.."

Kuseruput bagian akhir kopiku, sambil melihat jawaban terakhir temanku..
"Dan ketika manusia merasa ia sudah beriman, iblis cemburu. Karena hanya ialah mahluk yang paling beriman kepada Tuhan di muka bumi ini..

Barulah ia datang dan melakukan pekerjaannya..."