Minggu, 22 Januari 2017

Ketika Islam Menjadi Tertawaan

Islam
Gus Mus
Sungguh menyedihkan Islam di negeriku..
Petunjukku, jalanku, keselamatanku
Penuntunku, pencerahku, penutup lukaku
Diarak kemana-kemana oleh para pengaku..

Ada para pencuri yang tertangkap dan berlindung dibalik jubahnya
Ada yang menipu harta umat mengatasnamakan kebenarannya
Ada yang membesarkan ajarannya dengan kebohongan..
Ada yang menekan umat lain atas nama firman..
Ada yang menyampaikannya dengan jumawa dan menyakitkan
Ada pula yang meneriakkannya dengan salah atas nama kebenaran
Ada yang berargumen memakainya dengan ketololan
Ada pula yang memaknai surga yang tertera dengan kerendahan
Ada yang berteriak, "semoga kalian mendapat hidayah !"
Tetapi perilakunya membuat banyak orang resah

Ada yang sombong mengatakan bahwa ini agama toleran
Tapi ia terus memukul atas nama Tuhan
Ada yang menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling paham
Disisi lain ucapannya membuatnya banyak ditertawakan..
Ada yang mengaku bahwa ia keturunan pembawanya
Tapi sedikitpun ahlaknya tidak tampak padanya..
Ada yang..

Ah, tidak perlu kuteruskan karena sungguh memalukan..
Islam dinegeriku menjadi bahan tertawaan
Ternista dengan sendirinya oleh para pembelanya
Ajaran cinta yang malah menjadi pedang
Lalu bagaimana mereka bisa bilang bahwa ini agama yang paling benar?

Nabiku menangis dengan perih
Karena apa yang ia katakan menjadi kenyataan
Umatku banyak di akhir zaman
Tapi mereka seperti buih di lautan
Dan aku harus mengakui dengan getir
Mereka saudara seimanku meski mereka kenthir

Dibalik tertawaku melihat banyaknya kebodohan
Setiap tulisanku adalah airmata yang mengalir..
Hanya secangkir kopi yang bisa kupegang
Mencoba waras ditengah semua kegilaan

Ternyata bagi mereka adalah kekafiran..