Senin, 27 Maret 2017

HARTA YANG TIDAK TERNILAI

Kasih ibu
Kasih sayang ibu
Waktu kecil aku pulang ke rumah dengan seragam kotor.
Aku habis berantem dengan temanku gara-gara dia curang masalah gundu. Dan kau membukakan pintu sambil menarikku ke kamar mandi membersihkanku. Malamnya kau jahit bajuku sambil menasehatiku.

Ketika remaja aku pulang dengan kepala berdarah. Aku habis diserbu anak STM yang salah kira aku anak SMA musuh mereka.

Kau membuka pintu dan memelukku erat dengan panik dan membawaku ke puskesmas. Kau mengawasi dokter menjahit kepalaku sambil terus menasehatiku.

Ketika dewasa kaupun masih membukakan pintu untukku, meski aku pulang dengan kegagalan sebagai orang muda yang terlalu bangga.

Kau memelukku dan menaruh kepalaku di dadamu, mengusap rambutku dan terus berkata, "Kamu tetap anak kesayanganku. Jangan pernah menyerah. Menyerah tidak ada dalam darahmu.."

Ah, aku tumbuh dengan semua apa yang ada pada dirimu, ma. Tanpamu aku bukanlah apa-apa. 

Dan ketika ada berita seorang anak menuntut ibunya sendiri karena berhutang miliaran rupiah, aku jadi teringat dirimu. Kupencet tombol-tombol angka itu. Dan kudengar suara yang sangat kukenal di ujung sana..
"Halo...."
"Ma, terimakasih semuanya ya. Tidak pernah ternilai semua yang kau berikan padaku. Nyawaku senilai kasih sayangmu".

Hening di seberang sana. Kudengar isak bahagia. Betapa membahagiakan hati seorang ibu adalah harta yang tidak ternilai harganya.


"Selamat ulang tahun, ma.. Aku sayang padamu.."