Jumat, 03 Maret 2017

JOKOWI NGE-VLOG

Vlog
Vlog Jokowi
Beberapa minggu ini kita lihat ada yang berubah dari pakde Jokowi. Beliau sekarang suka nge-Vlog.
Vlog itu singkatan dari video blog. Modelnya adalah mengambil gambar bergerak pake kamera hp, trus di share di youtube atau di fesbuk.

Dari akun fesbuknya yang sudah terverifikasi, saya melihat ada 3 vlog Pakde, satu waktu piala Presiden, dua waktu makan bakso di Ambon dan terakhir waktu lagi makan-makan sama Raja Salman.

Penontonnya lumayan. Vlog terakhir sama Raja Salman sudah ditonton 3 juta orang, meskipun sebenarnya secara jumlah masih kalah sama yang kemaren kumpul di Monas 7 juta orang.

Ada perubahan mendasar dari page Presiden Joko Widodo kalau saya amati. Page ini mulai berubah nge-pop sesudah sekian lama kaku dan formal. Kemungkinan admin-nya ingin menyesuaikan dengan gaya pakde yang memang santai dan jauh dari protokoler.

Kebayang Raja Salman yang bagi kaum bumi datar begitu di dewakan, diajak nge-vlog sama pakde. Si Raja juga paling gak tahu apa itu nge-Vlog dan senyum-senyum aja. "Nge-Flog??" Paling gitu reaksinya dengan gaya kearab-araban.

Selain itu, pakde juga terlihat ingin menyasar kaum remaja yang memang lebih akrab dengan visual daripada tulisan. Remaja emang gitu, masih suka narsis. Saya juga remaja, cuman kebetulan aja lebih tua.
Saya pernah coba survey di youtube dan ternyata memang banyak Vlogger -istilah buat mereka yang suka ngeVlog- kumpul disana. Ada yang namanya Bayu Skak, yang penontonnya setiap dia ngeVlog bisa ratusan ribu sampe sejuta. Padahal dia cuman motong cabe.
Fakk! Motong cabe aja ditonton sejuta orang. Memang kita ini bangsa yang kurang hiburan. Apresiasi yang tinggi untuk gaya pakde yang santai dan tidak meninggalkan ciri khas bahwa meski ia seorang Presiden, ia tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang biasa.
Gaya pakde yang suka ngeVlog ini bisa dicontoh oleh Habib Rizieq misalnya. Habib bisa motong cabe di dapur sambil senyum depan kamera yang ditopang oleh tongsis, dan bercerita kegiatannya apa aja. Sekali-kali pake celemek atau baju rumah, kita juga pengen liat Habib dari sisi lain, masak pake daster putih melulu.
Mungkin juga bu Ratna Sarumpaet bisa menunjukkan sisi lainnya dengan ngeVlog dalam posisi diam membisu selama 3 jam. Pasti penontonnya miliaran.
Tapi Alhamdulillah, sang mantan gak suka ngeVlog. Kebayang kan, kalau doski tau caranya? Ngetwit aja sudah sedemikian menyedihkan bahasanya, gimana ngeVlog?? Pasti banyak yang bunuh diri massal karena auranya penuh keprihatinan.
Dunia berubah, teknologi semakin canggih dan sudah waktunya memang kita mengikuti arahnya. Seperti kata temanku, "Tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri.."

Kapan-kapan saya juga pengen ikut nge-Vlog. Pernah sih, tapi sekalinya ngeVlog dengan judul "Jangan ditiru.." saya dicaci maki kaum bumi datar seantero bumi. Sial memang. Mending seruput kopi.