Jumat, 21 Juli 2017

BELAJAR DARI CHINA

China
China Blokir WhatsApp
Tidak banyak negara yang betul-betul berdaulat seperti China ini.

Mereka sadar, banyak negara yang ingin memanfaatkan jumlah penduduk mereka sebagai pasar yang mencapai lebih dari 1 miliar itu.

Tetapi mereka tidak ingin diperbudak menjadi negara konsumen. Mereka memanfaatkan potensi besarnya jumlah penduduk mereka sebagai "posisi tawar" yang bagus. Dan dalam posisi tawar itu, mereka selalu berada di atas atau menjadi pengambil keputusan.

Mereka memblokir Facebook, Twitter, Instagram dan banyak aplikasi populer lainnya. Supaya apa ? Untuk melindungi aplikasi produk dalam negerinya.

Seperti contoh, sejak lama China memblokir Google. Hal itu mereka lakukan karena melindungi aplikasi yang sejenis produksi mereka sendiri seperti Baidu.

Nilai kapitalisasi Baidu sendiri tahun 2014 mencapai 500 miliar dollar. Hampir sama dengan nilai Google. Ini menunjukkan bahwa China berhasil memasarkan produknya ke pasar internasional.
Nah, kenapa Whatsapp diblokir? Ini ada hubungannya dengan melindungi aplikasi karya anak negeri mereka seperti WeChat.
Mengagumkan..

Bagaimana dengan Indonesia? Jauhhhh banget. Kita baru memblokir aplikasi Telegram karena terindikasi digunakan terorisme saja, sudah ribut ampe ke surga.

Malah ada yang merasa tidak bisa hidup tanpa Facebook, Twitter dan aplikasi dimana kita bergantung pada mereka tanpa pernah berfikir bahwa kita mampu membuat media sosial dengan model yang sama..

Ternyata mental kita masih terjajah dan masih senang dijajah. Yah, mau apalagi ? Terima saja kekurangan kita sekarang ini. Mungkin nanti saat Mukidi jadi Presiden, masyarakat kita baru berani..

Seruput.