Rabu, 12 Juli 2017

RUDAL JOKOWI UNTUK HTI

NU
Ketum PBNU
"Besok Presiden akan mengumumkan Perppu pembubaran Ormas Radikal..". Begitu kata KH Said Agil Ketum PBNU tadi.

Berita ini jelas mengagetkan ditengah gamangnya banyak orang atas keberanian dan konsistensi Jokowi untuk membubarkan HTI, sesudah diumumkan oleh Menkopolhukam Wiranto beberapa bulan lalu.

Perrpu atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang2 ini dikeluarkan karena sulitnya membubarkan Ormas disebabkan tidak ada payung hukum yang kuat.

Jika pembubarannya melalui pengadilan, jelas perjalanannya akan panjang dan bisa saja pemerintah kalah apalagi pakar hukum seperti Yusril Mahendra sudah menyatakan akan berdiri di belakang HTI.
Sejak lama HTI dibidik oleh NU.

Organisasi pengusung khilafah ini, ideologinya memang berbahaya. Mereka menempatkan sistem negara berdasar Pancasila sekarang ini sebagai sistem musrik yang harus diganti dengan sistem Islam.

Dan NU konsisten untuk membawa masalah ormas radikal ini ke Presiden untuk dibubarkan. Bahkan organisasi kepemudaan NU yaitu Ansor & Banser sudah "perang" dimana-mana dengan HTI.

Sehari sebelumnya, NU beserta belasan ormas Islam lainnya - minus Muhammadiyah - sepakat untuk mendukung pemerintah membubarkan HTI. Dan ini jelas amunisi bagi Jokowi yang sedang mengokang rudal balistiknya kepada ormas2 radikal yang mengancam kedaulatan negara.
Secangkir kopi harus kita angkat tinggi2 atas keberanian Jokowi..

Pada posisinya saat ini sebagai Presiden, lebih aman baginya untuk menunda pembubaran itu sesudah pilpres 2019. Secara hitung2an Jokowi seperti memainkan dadu yang berbahaya dalam pembubaran ini.

HTI sendiri disinyalir punya 2 juta anggota. Jika ditambah dengan simpatisan ataupun ormas yang merasa terancam dengan adanya Perppu itu, bisa jadi musuh Jokowi bertambah 4 sampai 5 juta orang. Dan karena menjadi musuh, jelas mereka akan memilih lawan Jokowi saat pilpres nanti..
Tapi nampaknya Jokowi tidak perduli.

Dengan adanya dukungan dari NU dan belasan ormas Islam lain, ia akan merealisasikan pembubaran HTI dan diikuti pembubaran ormas radikal lainnya.

Meski ini adalah berita gembira bagi sebagian kalangan, tetapi pembubaran HTI ini juga akan menjadi serangan balik bagi pemerintahan Jokowi yang akan dimanfaatkan oleh musuh-musuh politiknya..

Seperti apa petanya?. Seruput dulu kopinya, kita teruskan nanti..