Rabu, 16 Agustus 2017

JOKOWI, BAPAK ORANG PAPUA

Kapolri
Kapolri
Meskipun menempati sudut kecil dalam berita nasional, ada hal yang menarik dan tidak tahan untuk tidak saya tuliskan disini.

Presiden Jokowi untuk pertama kalinya mengangkat ajudan Presiden seorang putra Papua dari kepolisian. Namanya Johnny Eddizon Isir. Johnny ini sebelumnya adalah Direktur Reskrimsus Polda Riau.

Ketertarikan Jokowi awalnya ketika melihat ajudan Kapolri Tito Karnavian yang berasal dari Papua. Ia kemudian meminta pak Tito mencarikannya seorang putra Papua sebagai ajudannya. Tentu harus lewat proses seleksi dulu.

Sudah bukan cerita baru lagi, Presiden punya ketertarikan khusus kepada Papua. Trilyunan dana negara dikucurkannya ke Papua untuk membangun infrastruktur yang disebut banyak pengamat sebagai "pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Indonesia".

Papua memang seperti kisah itik buruk rupa. Ia cantik, tetapi karena berada di tangan yang salah selama puluhan tahun, Papua menjadi wilayah yang terbelakang dibanding saudara-saudaranya di provinsi lain.

Bayangkan saja, di banyak daerah Papua, listrik saja baru ada sesudah 71 tahun Indonesia merdeka dan masih banyak lagi yang belum teraliri listrik...

Ketertinggalan Papua dalam pembangunan ekonomi dan masyarakatnya inilah yang membuat Jokowi memacu keras dirinya supaya Papua menjadi "anak emas" kembali. Jadi bisa dibilang ada hubungan emosi yang kuat antara Jokowi dan Papua..

Dan dilantiknya Johnny sebagai ajudan Presiden adalah sejarah baru bagi Papua. Jokowi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua ke level yang lebih tinggi.

Melihat begitu fokusnya Jokowi dalam mengangkat Papua, bolehlah ia kita panggil dengan sebutan "Bapak orang Papua". Karena ditangan beliaulah Papua sekarang ini benar-benar diperhatikan dan dimanja. Orang Papua itu seperti secangkir kopi. Kulitnya hitam tetapi nikmatnya selalu dirindukan..
Ahhhh jadi pengen ngupiiiii..