Selasa, 22 Agustus 2017

NILAI ITU ABADI

Pengorbanan
Ahok
Ada seorang yang bertanya, "kenapa abang sekarang tidak pernah menulis tentang Ahok? Apa sudah melupakannya?

Saya jawab, "Ahok sekarang sedang menjalani proses pengelupasan duniawinya dengan tenang. Kesendiriannya adalah media terbaik baginya. Ia sedang menikmati komunikasi pribadinya dengan Tuhannya.

Jangan ganggu kenikmatannya.

Saya pernah bertemu dengannya di penjara dan melihat ia jauh lebih tenang dan bahagia. Berilah kesempatan padanya.

InsyaAllah ketika ia keluar nantinya, ia akan membawa banyak mutiara kepada kita dari petualangannya di laut dalam.

Tidak akan pernah mengerti orang yang tidak pernah berada disana..."

Saya rindu dia, sejujurnya.

Tetapi kerinduan itu tidak harus dibeberkan dalam kata-kata yang mengharu biru. Karena nilai-nilai yang pernah dia ajarkan, jauh lebih kuat pesannya daripada keberadaan fisiknya.

Seperti seorang Mahatma Gandhi yang selalu dikenang ditengah ringkih tubuhnya. Seperti Bunda Teresa yang selalu abadi dengan pengabdiannya. Seperti Nelson Mandela yang selalu berada di benak para pengikutnya.

Seperti Imam Husain yang menyediakan dirinya untuk disembelih demi keselamatan ajarannya. Tubuh hanyalah materi. Nilai itu abadi.