Selasa, 19 September 2017

PKI LAGI, PKI LAGI.. BOSEN AH

PKI
Humor Meme PKI
Sepert biasa menjelang 30 September diramaikan lagi isu PKI. Entah kenapa masalah ini gak ada habis-habisnya seakan kita harus terus dihantui dengan peristiwa lama dimana banyak negara yang sudah melupakannya.

Uni Sovyet yang dulu dikenal sebagai penjaga paham komunis sudah pecah menjadi beberapa negara. Rusia bahkan fokus untuk menaikkan gengsinya di mata dunia sebagai penjaga perdamaian, merebut citra yang selama dipegang oleh seterunya - AS.

Bahkan Cina dalam prakteknya lebih kapitalis dari AS sebagai mbahnya. Mereka dalam beberapa hal bekerjasama sampai masalah hutang piutang.

Di negeri kita beda lagi..

Dengan jargon "menolak lupa", Isu PKI dibangkitkan lagi oleh beberapa kelompok yang merasa paling tahu bahwa masalah PKI itu adalah rekayasa. Muncul tulisan-tulisan bahkan perkumpulan untuk mengingatkan kembali ada sesuatu di balik pembantaian para Jenderal dahulu.

Padahal mereka lahir saja belum pada masa itu..

Di sisi yang berbeda, ada kaum ekstrim yang juga paranoid dengan isu PKI. Mereka seperti kambing kebakaran jenggot kalau ada simbol-simbol palu ma arit. Dengan gaya "sok menjaga negeri", mereka memburu, bahkan mempersekusi siapapun yang mereka tuding PKI.

Padahal mereka membedakan komunis dan atheis saja gak bisa. Masih ditambah tudingan bahwa ada kapitalis dan komunis yang bekerjasama untuk menghancurkan negeri ini. Padahal kapitalis dan komunis jelas ideologi yang bertentangan.. hwarakadah...

Saya inget dulu pernah membuat surat terbuka untuk mantan Jenderal yang berhalusinasi bahwa ada 15 juta PKI di Jakarta. Dan saya diserang habis-habisan oleh para pendukungnya yang beronani dengan pikiran yang sama..

Entah kenapa di negeri ini semua harus berada dalam koridor pro dan kontra. Nyindir ma yang selalu membangkitkan isu PKI, dibilang kontra. Nyindiri yang selalu paranoid PKI, dibilang pro..
Padahal dunia ini sedang bergerak maju dengan cepatnya..

Negara2 yang dulu berseteru tentang ideologi komunis, sudah berlomba-lomba bersaing dalam masalah teknologi. Ada yang udah keluar angkasa, ada yang udah menemukan teknologi layar seperti lembaran kertas.

Dan kita? Masih sibuk dengan yang itu-itu saja. Permasalahan tahun 1960-an yang gak kelar-kelar sampai sekarang. Kapan majunya?

Peristiwa Gerakan 30 September adalah bagian dari sejarah gelap kita. Namanya sejarah gelap ya sudah lupakan, ambil sebagai bagian dari pelajaran. Bukannya terus berkutat di masalah siapa yang benar dan siapa yang salah..

Masih banyak ruang terang di depan, seperti bagaimana ekonomi kita bisa menjadi nomer satu se Asia Tenggara. Itu jauh lebih penting daripada terus menerus berantem masalah lama yang - bahkan - yang mengalami peristiwanya sudah banyak yang meninggal dunia.

Sebagai generasi penerus seharusnya kita harus lebih pintar dari generasi terdahulu, karena kita diberi fasilitas tehnologi terdepan. Jangan tehnologinya yang maju ke depan, manusianya selalu mundur ke belakang...

Cobalah sekali-sekali minum kopi biar terbuka pikiran. Banyak-banyak berpikir ke depan biar gak terjebak pada masalah di masa lampau..

Apa, Jon? 'Mau ngomong PKI lagi??

"Sa sa saya...." Bletak !! "Ja ja jangan di getok gitu dong, gi gi gigi gua udah ompong nih..."