Kamis, 28 Desember 2017

DEDI PUN TIDAK KAFIR LAGI

Deddy Mizwar
Dedi Mulyadi
Dalam dunia tinju, ada yang namanya Clinch atau memeluk untuk mengurangi ruang pukul lawan. 

Sesudah Dedi Mizwar direstui oleh Demokrat, tapi ditinggalkan oleh koalisi Gerindra-Pan-PKS, Kang Dedi Mulyadi langsung merangkulnya.

Ada beberapa keuntungan yang didapatnya. Pertama, dengan koalisi Golkar (17) dan Demokrat (12), maka tiket ke Cagub pun sudah dikantongi.

Kedua, biar bagaimanapun survey membuktikan bahwa nama Dedi Mizwar masih populer karena elektabilitasnya terus di bawah RK.

Dan ketiga atau yang utama, Dedi Mulyadi meminimalisir politik SARA yang akan menyerangnya di Jabar.

Nah, mana yang paling gregetan melihat mereka berdua berangkulan?

Pendukung Dedi Mulyadi yang tidak suka dengan prestasi Dedi Mizwar atau pendukung Dedi Mizwar karena dia sangat Islami dan sangat tidak suka dengan Dedi Mulyadi karena dianggap musrik?

Dedi belajar dari Pilgub DKI dan memainkan irama yang memaksa orang untuk menari. Musuhnya bingung sekarang, senjata apa yang pas untuk menyerangnya?
Kang Dedi, ngopi?