Sabtu, 23 Desember 2017

HARAPAN BAIK DI 2018

Panglima TNI
Kapolri dan Panglima TNI
Foto ini sebenarnya sudah beberapa hari saya simpan. Tapi baru kali ini saya ingin buat tulisan. Bukan karena malas, tapi setidaknya saya ingin ikut terlibat dalam meminimalisasi keributan.

Selama beberapa waktu sebelum ini, kita seperti dihadirkan ketegangan hubungan antara TNI dan Polri. Situasi yang dimanfaatkan benar oleh kelompok garis keras dengan meninggikan Panglima TNI waktu itu dan menjatuhkan Kapolri, akhirnya menemui puncaknya.

Puncaknya pada permasalahan senjata Brimob yang ditahan oleh TNI. Ditambah pernyataan Panglima TNI waktu itu tentang masuknya 5 ribu senjata ilegal.

Kepolisian RI tentu serba salah.

Membantah salah, tidak bersuara lebih salah. Posisi yang benar-benar tidak mengenakkan ditambah pembentukan opini di media sosial bahwa ada unsur dari kepolisian yang ingin membuat negara ini tidak aman.

Untung saja ketegangan itu tidak berlangsung lama. Akhirnya Presiden menyelesaikan masalah itu dengan menegur semua pihak supaya tidak bikin gaduh.

Dan sesudah dilantiknya Panglima TNI yang baru, kita dihadirkan suasana akrab dan penuh persahabatan antara TNI dan Polri, dua unsur penting dalam pertahanan dan keamanan negeri ini.

Panglima TNI langsung mengajak Kapolri untuk ngopi di udara. Dilanjutkan dengan terbang naik jet tempur bersama. Dilanjutkan saling memberi penghargaan antara Kapolri dan Panglima TNI.

Ini bisa disebut keputusan terbaik Presiden Jokowi untuk tidak terlalu lama membiarkan ketegangan TNI dan Polri berlangsung.

Pergantian Panglima TNI yang bisa bekerjasama baik dengan Kapolri adalah satu pesan kepada semuanya bahwa tidak ada yang bisa memisahkan keutuhan alat negara.

Sekaligus sebagai hadiah menjelang Natal yang terindah.

Ah, akhirnya saya bisa bernafas lega waktu itu. Dan sudah bisa menikmati secangkir kopi menyingkirkan banyak pemikiran kemungkinan buruk yang sempat terlintas waktu lalu.

Seruput dulu.