Jumat, 15 Desember 2017

JANGAN MAU DIBOHONGIN ABU JANDA

Pernadi Arya
Abu Janda
Membaca tulisan Permadi Setya alias Ustad Abu Janda, tentang pengalaman dia saat wawancara di E Talk TVOne, saya ketawa-tawa.


Si Permadi -yang sampai sekarang masih dipercaya oleh bani micin kiloan sebagai ustad beneran- bercerita bahwa dia ternyata diundang sebagai narasumber hanya untuk di bully di TV One.

Memang kalau saya perhatikan TVOne ini haus sekali rating. Ya wajarlah, mereka juga cari makan. Mereka terlihat mengandalkan kaum sempak kedodoran sebagai pemirsa setianya.

Karena itu mereka banyak menampilkan tokoh-tokoh idola dari bumi datar, dan tokoh dari bumi bulat untuk yang kontroversial sebagai penarik minat.

Ada memang beberapa kaum terpelajar yang mampu memainkan ritme sesuai karakter TVOne. Tapi apa yang dilakukan si Abu Janda yang gak pernah ke Turki ini memang menarik.

Abu Janda -seperti juga saya- senang menarik perhatian untuk di bully di media sosial. Kami sejak awal di medsos menjadi sasaran bully-an karena pola pikir kami dianggap aneh oleh para bemper rusak.

Dan biasanya saya dan Permadi suka kompetisi gelar siapa yang paling sesat diantara kami berdua.

Abu Janda menaikkan level bertarungnya ke tempat yang lebih tinggi, yaitu media nasioanal seperti TV One. Ia menikmati setiap bullyan kepadanya seperti ia menikmati makan nasi pecel pake tempe dan ikan asin sebagai lauk utamanya. Wah jadi lapar.

Abu Janda memainkan psikologis para hatersnya, supaya ia lebih dikenal. Dan ia tahu, bahwa pada posisi keterkenalannya dia, selalu ada sisi menarik yang bisa ia lakukan.

Karena itu, Abu Janda dan TVOne seperti simbiosis mutualisma. Saling menguntungkan. Mereka benar-benar memanfaatkan situasi untuk keuntungan mereka masing-masing.

Nah, yang jadi korban adalah kaum kondom bocor yang selalu gamang. Mereka terus membully Abu Janda, tanpa sadar diperalat untuk menaikkan pamornya dan pamor media nasional yang mengundangnya.

Seperti pernah saya tulis, haters adalah marketing yang terbaik di dunia. Dan besarnya nama Abu Janda di pentas nasional mayoritas karena ia banyak hatersnya. Haters lah yang membuat Abu Janda semakin terkenal.

Jadi, jangan mau di bohogin ma Abu Janda. Setiap kalian menghujatnya, membullynya, ia semakin tambah besar. Kalian hanya menjadi tangganya saja menuju ketenaran.

Kalian tidak dapat apa-apa, Abu Janda yang dapat berkahnya.

Mending kalian minum obat Vitamicin, kalau sudah sedikit cerdas baru ngupi ma saya ya.. Seruput.