Senin, 22 Januari 2018

JANGAN ULAMAKAN MEREKA YANG KRIMINAL

Tokoh Agama
Slogan
Jaman dulu banyak sekali tokoh-tokoh dari umat Islam yang bukan saja terkenal, tetapi ilmunya bermanfaat bagi manusia..

Ada Abu Bakar Muhammad bin Razi atau dikenal dengan nama Razi, orang pertama yang menulis tentang imunologi dan alergi.

Ada juga Al Haitam atau dikenal dengan nama Al Hazen seorang ahli matematika dna ilmu falak. Tulisannya mengenai cara kerja mata manusia masih menjadi referensi penting di bidang kajian sains barat.

Ada Jabir Ibnu Khayam, yang dikenal di Eropa dengan nama Ghebert. Ia ahli kimia yang menyempurnakan reaksi kimia lainnya spt sublimasi, destilasi dan kristalisasi.

Ada juga Al Khindi yang mengarang 270 buku ensiklopedi. Ada juga Al Farabi, seorang filsuf yang ahli matematika dan logika. Belum lagi nama seperti Ibnu Sina yang dikenal dengan nama Avicena yang jago astronomi dan - sekali lagi - matematika.

Itu dulu..
Ketika barat sedang kagum2nya dengan ilmuwan dari timur tengah dan mengembangkan pemikiran2 awal dari mereka dan menjadikannya sebagai teknologi modern yang berkembang saat ini..

Sekarang, yang ada adalah umat yang tidak mampu menghitung luas Monas dan sekitarnya, sehingga langsung saja bicara “7 juta orang hadir disana..”

Ada lagi yang bangga dengan minum kencing unta beranggapan mereka bisa seperti Asterix dan Obelix yang minum ramuan ajaib dari desa Galia..

“Kenapa umat Islam jadi banyak yang bodoh gitu ya bang ?”

Sebagian besar berkat peran mereka yang menyebut dirinya “ulama” tapi sesungguhnya adalah kriminal berbaju agama. Mereka diikuti karena kepandaiannya berbicara, bukan karena ahlaknya yang mengajarkan rahmat bagi alam semesta.

Mereka yang menjual ayat untuk kepentingan duniawinya dan diikuti oleh banyak orang buta yang termakan dogma. Mereka yang menjual agamanya demi menjadi penguasa dan takjub akan kemegahan dirinya sendiri..

Begitu banyak kriminal berbaju agama, yang menobatkan dirinya sendiri sebagai ulama.

Buat mereka, kebodohan umat adalah sesuatu yang harus terus dipelihara supaya mereka tetap berkuasa. Karena orang pintar, cenderung merdeka dalam berfikir dan mengkritik kezaliman mereka.

Para kriminal itu sepeti serigala yang berbaju Nabi. Hanya orang yang luas cara berfikirnya bisa melihat ekornya yang mengintip dari jubah kebesarannya.

“Bagaimana bisa membedakan bahwa dia seorang ulama dan dia seorang serigala berbaju agama ?”

Aku tersenyum..

“Ahlaknya. Ahlaklah yang memberitahu mana ulama sebenarnya dan mana ulama yang hanya topeng belaka..”

Butuh bercangkir kopi hanya untuk memahami hal yang sesederhana ini..

“Pemimpin yang bodoh ada karena yang memilihnya bodoh..”