Selasa, 23 Januari 2018

TUHAN TIDAK BUTUH RUMAH

Ibadah
Shaykh Azhar Nasser
Satu waktu saya jalan ke suatu daerah..

Sepanjang jalan saya melihat pembangunan masjid dimana-mana. Kadang berdekatan satu sama lainnya. Dan ukurannya juga tidK kecil, rata-rata masjid besar..

Tertulis di baliho di depan masjid2 yang sedang dibangun itu, “Investasi akhirat. Membangun masjid sama dengan membangun rumah di surga..”.

Dan seperti biasa di bawahnya ada no rekening untuk yang ingin donasi. Mereka menamakannya investasi, bukan donasi..

Saya jadi teringat tweetnya Syaikh Azhar Nasser, seorang ulama dari Kanada. Syaikh Azhar Nasser terkenal karena pandangan2nya yang sangat moderat. Ia pernah diundang oleh seorang pendeta untuk merayakan hari Natal, dan ia menjawab akan datang bersama seluruh keluarganya..

Syaikh Azhar Nasser menggambarkan pemikiran yang sangat berani dalam mendobrak pemikiran banyak kaum muslim saat ini.

“Hampir setiap komunitas yang saya datangi, selalu punya rencana untuk membangun masjid besar..

Untuk apa kita membutuhkan masjid2 besar, jika kosong sepanjang tahun ?

Berinvestasilah membangun rumah sakit, sekolah, tempat penampungan orang yang tidak punya rumah, rehabilitasi narkotika dan lain-lain..

Itu lebih menyenangkan Tuhan..”

Begitu bunyi tweetnya yang sudah di retweet ribuan orang. Sebuah pemikiran yang sangat elegan menunjukkan bahwa membangun sesuatu yang berfungsi bagi sesama manusia lain, lebih bernilai daripada hanya membangun tempat untuk ritual belaka yang pada akhirnya kosong tanpa hal yang berguna..

Itulah yang dilupakan banyak umat muslim saat ini..

Sibuk melakukan ritual ibadah tanpa memahami apa hakekat dirinya hidup di dunia, yaitu berfungsi kepada sesama manusia.

Sibuk perjalanan umroh berkali-kali dengan alasan rindu tanah suci, tanpa menyadari bahwa sekitarnya ada keluarga yang bahkan sulit makan sehari.

Kita sibuk membangun kemegahan diri kita dihadapan Tuhan, tanpa paham bahwa satu waktu kita akan membawa pertanggung-jawaban, apa yang kita lakukan di dunia dengan semua yang kita punya ?

“Masjidnya besar..” kata seorang tetangga yang menjadi saksi pada hari pengadilan. “Tapi kami disekitarnya hidup kelaparan..”

Tuhan tidak butuh rumah. Ia ada di setiap orang2 yang membutuhkan pertolongan..

Tidak banyak orang yang seperti Syaikh Azhar Nassar ini. Dan sudah pasti - ia di bully habis ketika mengeluarkan pemikiran2 moderat yang banyak bertentangan dengan kaum tekstual yang sibuk dengan ritual tapi kering nilai.

Sambil minum secangkir kopi di sore hari, saya selalu teringat pertanyaan dalam kepala yang terus menghantui. “Ya, agama saya Islam. Tapi apakah benar saya seorang muslim ?”

Karena buat saya, agama adalah petunjuk. Sedangkan menjadi muslim adalah sebuah pencapaian, dan bukan manusia yang menaruh labelnya. Itu adalah hak mutlak Tuhan..

Seruput...