Sabtu, 24 Februari 2018

JATUH HATI PADA JOKOWI

Presiden Jokowi
Jokowi

Belum 4 tahun perjalanan pemerintahan Jokowi, ternyata ia sudah merebut banyak hati..

Deklarasi PDIP bahwa mereka akan mencalonkan Jokowi sebagai Presiden, adalah bukti penegasan bahwa Jokowi masih menjadi harapan besar untuk memperbaiki negeri ini.


PDIP menjadi menjadi partai yang kesekian yang mencalonkan Jokowi, sesudah sebelumnya Nasdem, Golkar, Hanura bahkan partai baru seperti PSI mendukung Jokowi untuk menjabat 2 periode lagi..

Kalau melihat perjalanan Jokowi pada awal pemerintahannya, ia sesungguhnya diragukan banyak orang akan kemampuannya memimpin. "Indonesia bukan Solo.." begitu kata beberapa tokoh yang meremehkan kemampuannya.

Dan memang ia tampak gamang ketika awal memimpin. Bahkan Jokowi dikabarkan sering sembunyi di rumah Buya Syafii Maarif, tokoh yang sangat dihormatinya, sekedar untuk meluahkan kegelisahannya.

Belum lagi, ia digempur oleh banyak permasalahan yang menuntut ketegasan dirinya. Sebagai contoh kasus KPK vs Polri, dimana itu seperti memakan buah simalakama, salah langkah dua2nya mati.


Gempuran terkeras adalah ketika ia harus menghadapi kelompok yang mengatas-namakan pembela Islam yang ingin menggunakan kasus Ahok, sebagai jembatan untuk menjatuhkannya.

Tapi Jokowi mampu menari diatasnya dengan elegan. Langkah-langkah cantik dan tak terduga dimainkan sehingga pihak lawan bahkan tidak sadar mereka kalah dalam perang.

Mereka merasa menang, tapi sesungguhnya mereka berantakan. Jokowi adalah pembunuh dimana yang dibunuhnya bisa merasa senang..


Dan hanya pada masa Jokowi lah ia mencuri hati dengan prestasi. Bukan dengan promosi seolah2 perduli tapi dibalik itu memperkaya diri. Ribuan kilometer infrastruktur dibangun dengan sebuah visi. Ia punya satu harapan yang pasti, "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" harus terwujud di seluruh negeri.

Jokowi juga memberi tauladan dengan menjauhkan keluarganya dari proyek pemerintah. Ia tidak malu malah bangga anaknya menjadi penjual martabak. Buatnya kehormatan itu adalah buah dari hasil keringat sendiri, bukan fasilitas yang diberi.

Baru 3 tahun, itu belum 2 periode. Entah apa yang akan dibangun Jokowi jika ia diberi kesempatan memimpin lagi.

Jadi seharusnya pantas, sebagai partai dengan nomor urut dua, Gerindra bisa menyanyikan kembali lagu lama, "Salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi.." 🤗🤗

#Lemparhape..
#Seruputkopi