Selasa, 20 Maret 2018

JOKOWI TUKANG NGIBUL

Politik
Jokowi dan Amien Rais

"Jokowi bagi-bagi sertifikat. Itu pengibulan!!"

Begitu teriak Amien Rais dalam sebuah forum di Bandung. Amin seperti biasa melontarkan kritikannya yang sangat berkelas dan diluar pemikiran para cebong yang durjana.


Pak Amin benar-benar menohok otak cebong-cebong yang kecil dengan IQ semonas. Terbuka sudah bahwa Jokowi memang suka ngibul dalam program-programnya.

Seperti program pembubaran Petral, itu jelas ngibul. Dan dimana-mana, masih tampak antrian panjang mengular orang-orang di pom bensin karena BBM naik 200 rupiah saja. Hanya koran menutupi fakta itu saja dan tidak memberitakannya, karena semua sudah dibeli oleh rejim Jokowi.

Pembangunan tol dimana-mana itu ketahuan sekali ngibulnya. Itu hanya maket saja, di foto, dicari anglenya yang bagus, di potoshop dan disebarkan melalui media-media rejim Jokowi.

Apalagi pembangunan jalan di Papua. Wahhh, sangat ngibul. Foto-foto jalan Papua itu diambil dari foto jalan di Swiss, trus di kasih caption, "Jalan Papua sudah terbangun sekian ribu kilometer." Tidak ada itu pembangunan jalan Papua. Coba tanya sama orang Sumatera.

Pak Amin itu membuka borok rejim yang disembunyikan selama ini, bahwa semua itu hanya pengibulan. Kapal-kapal pencuri ikan asing yang diledakkan bu Susi itu kapal mainan. Cuma -seperti film Hollywood- kapal mainan kecil disorot dari dekat supaya keliatan besar. Baru kemudian diledakkan dengan petasan.

Jadi jangan percaya bahwa selama 3 tahun pemerintahan Jokowi ini pembangunan dimana-mana. Itu sangat ngibul. Semua itu cuma angan-angan saja, supaya rakyat senang, supaya mereka punya harapan. Padahal mereka hanya disuruh makan janji-janji saja.

"Wah, bang.. berarti kita selama ini dikibulin Jokowi dong. Kalau begitu, apa yang benar dari semua ini?".

"Jelas yang benar adalah pak Amien Rais tuntaskan nazar jalan kaki Jogja - Jakarta. Hanya pak Amin tidak ingin terlihat riya. Dia jalan kaki diam-diam tanpa liputan, tiba-tiba nyampe aja".

"Wah, ini tidak bisa dibiarkan bang. Hoi, Jokowi. Kalau begitu kamu tidak lulus dalam memerintah negeri ini. Kamu harus ulang di 2019 nanti. Biar tahu rasa kau, wahai tukang ngibul.. hahahaha.."

Mau bilang seruput kopi, tapi lagi ada di taksi. Entar dibilang ngibul lagi.